METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melakukan digitalisasi keuangan di tingkat desa. Hal ini untuk memastikan transparansi, efisiensi, dan menekan angka korupsi penggunaan Dana Desa.
Karena itulah, dilakukan peluncuran Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskuedes) dan Sistem Informasi Keuangan Desa Luar Lingkungan (Siskuedisling) - CMS pada Senin 5 Agustus 2024.
Kegiatan peluncuran transaksi non-tunai desa ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2018, yang menyatakan, keuangan desa harus dikelola berdasarkan asas transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, merujuk pada Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi nomor 4 ahun 2020 tentang rencana strategis pemberantasan korupsi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Batang, Rusmanto mengatakan, pelaksanaan transaksi non-tunai ini akan diterapkan sepenuhnya paling lambat 1 Januari 2025.
Pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah, termasuk melakukan rapat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta pelaku bank yang sistem perbankannya telah terkoneksi dengan Siskuedes.
"Kami telah melakukan rapat koordinasi pada 30 September 2023 dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk OPD, Kominfo, dan bank. Langkah selanjutnya adalah mengadakan sosialisasi dan pelatihan di 15 kecamatan yang mencakup 239 desa," imbuhnya.
Pada sosialisasi itu, setiap desa mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti pelatihan. Total pesertanya mencapai 749 orang.
Selain pelatihan, Dispermades juga telah meningkatkan infrastruktur penunjang, termasuk penguatan jaringan dan kapasitas penyimpanan database dengan menambah server di Kominfo Batang.
"Kami sudah melakukan peningkatan fasilitas penunjang, termasuk penguatan jaringan dan kapasitas penyimpanan database dengan menambah server di Kominfo Batang," tegasnya.
Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menambahkan, aplikasi tersebut dirancang agar mudah digunakan.
Bahkan bagi yang kurang paham teknologi. Sosialisasi penggunaan aplikasi ini telah dilakukan melalui uji coba dan simulasi di beberapa desa.
"Ini sangat simpel jika kita memahami cara kerja sebelumnya yang masih menggunakan transaksi manual. Dengan aplikasi ini, kita tidak perlu lagi datang ke bank atau membawa uang dalam jumlah besar. Semua transaksi akan lebih aman dan transparan," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla