Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Cocok dengan Suasana Pantai Sigandu Batang, Burung Unta Produktif Bertelur di Safari Beach Jateng

Riyan Fadli • Rabu, 7 Agustus 2024 | 00:40 WIB
SEHAT: Dokter hewan dari Dislutkanak Batang dan Safari Beach Jateng sedang melakukan pemeriksaan kesehatan burung unta.
SEHAT: Dokter hewan dari Dislutkanak Batang dan Safari Beach Jateng sedang melakukan pemeriksaan kesehatan burung unta.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Burung unta yang berada di Safari Beach Jateng produktif berkembangbiak.

Salah satu penyebabnya adalah burung dari Benua Afrika ini cocok dengan suasana Pantai Sigandu.

Dokter Hewan Safari Beach Jateng, Danny Bagus Wibowo menjelaskan, burung unta di sana sudah menetaskan 20-an telur lebih selama beberapa tahun terakhir.

"Cocok di sini, karena ini area pantai, cukup hangat. Dari segi perkembangbiakan sudah cukup baik," ujarnya, Selasa 6 Agustus 2024.

Safari Beach Jateng saat ini memiliki sekitar 15 ekor burung unta, dengan usia sekitar 6-7 bulan.

Pihaknya saat ini sedang menyiapkan untuk pengiriman sebagai penambahan koleksi, dan pengembangbiakan genetik baru di Safari Bali. Ada lima ekor burung unta yang akan dikirimkan ke Balai.

Burung unta tersebut telah menjalani serangkaian pengecekan dari Tim Safari Beach Jateng dan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang.

"Anakan burung unta juga sudah kami kirim ke beberapa tempat lain, selain Bali. Seperti Bogor dan tempat lainnya juga. Kalau keseluruhan ada sekitar 20-an, hanya saja untuk yang kita stok di sini memang di belasan ekor untuk indukan. Nah ketika ada anakan baru, kita kirim ke tempat lainnya," ucapnya.

Kepala Dislutkanak Batang, Windu Suriadji didampingi Dokter Hewan Dislutkanak, Ambar Puspitaningsih menyebutkan, burung unta yang akan dikirim sudah memenuhi persyaratan. Seperti terbebas dari penyakit antraks hingga kesehatan fisik lainnya.

"Untuk pengiriman satwa memang diperlukan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas. Oleh karenanya, kami dari dinas melakukan pemeriksaan hari ini. Untuk memastikan hewan yang akan dikirim sehat atau tidak. Dari pemeriksaan fisik dan inspeksi, hasilnya sehat. Dari uji laboratoriumnya negatif antraks," jelasnya. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#safari #burung unta #sigandu #batang