METROPEKALONGAN.COM, Batang - Perwakilan Petani Kecamatan Gringsing diundang Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pecalungan untuk berbagi ilmu. Keberhasilan mereka dinilai bagus dengan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari penyediaan petani yang kompak pada masa tanam dan distribusi air yang terkoordinasi rapi.
Petani Gringsing juga berhasil menanggulangi hama di semua tanaman dengan efisien menggunakan bahan organik non pestisida.
Rusdiyanto dari desa Kutosari Kecamatan Gringsing menampilkan jagung dan cabe hasil panen dari lahan miliknya yang lebih bagus mutunya dan lebih banyak hasilnya.
Baca Juga: Polisi di Pemalang Ciptakan Alat Pengolah Sampah untuk Mendukung Pertanian dan Pertenakan
"Kami seminimal mungkin menggunakan pestisida untuk meningkatkan hasil panen,* terang Rusdiyanto.
Produsen pupuk organik Zeger yang ikut mendampingi memperkenalkan produknya dan mengajak petani untuk beralih ke tanaman sehat dan aman dikonsumsi.
Ari selaku owner menjelaskan jika pupuk Zeger adalah pupuk organik cair yang terbuat dari sari tumbuhan tanpa tambahan bahan lain melalui proses panjang.
“Setelah diekstrak bahan-bahan dicampur rendaman air batu meteor selama 41 hari. Ini yang membedakan Zeger dengan produk lain. Zeger bisa diterapkan di lahan pertanian dan perkebunan,” ucapnya.
Baca Juga: Jokowi Sebut Akses Pupuk Subsidi Kini Tak Harus Pakai Kartu Tani, Cukup KTP Bisa
Dari pengalaman petani Gringsing, selain menyuburkan tanaman dan anggota hama, Zeger juga bisa mengusir tikus yang menjadi musuh utama petani. Aries dari BPP Kecamatan Gringsing menambahkan pupuk cair Zeger dapat memperbaiki PH tanah dalam waktu 15 menit.
"Saya membuktikan sendiri. Dari PH 4 naik ke 5,5 dalam waktu singkat. Saya sampai kaget," terangnya.
Camat Pecalungan Adhi Bhaskoro menambahkan tujuan berbagi ilmu ini karena petani Gringsing sudah menjadi petani modern yang sebagian besar sudah meninggalkan pestisida dan beralih ke pupuk organik.
“Kebutuhan semangka di Kabupaten Batang 80 persen dipasok petani Gringsing. Kami optimis Pecalungan bisa menjadi pertanian unggulan,” kata Adhi Bhaskoro.
Adhi berencana mengaktifkan Kelompok Tani agar terkoneksi dengan pemerintah pusat. Koordinator BPP Kecamatan Pecalungan Dheny Noviandhi menyatakan petani Pecalungan bisa mempraktekkan ilmu dari petani Gringsing untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kondisi lahan.
Distribusi udara juga mendapat perhatian khusus karena berpengaruh terhadap keberhasilan pertanian. (yan/web/ida)
Editor : Ida Nor Layla