METROPEKALONGAN.COM, Batang - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Batang membuat pilot project pemberdayaan desa mandiri.
Desa yang dipilih adalah Desa Jlamprang, Kecamatan Bawang. Ahmad Munir Malik, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Batang mengatakan, program ini memberdayakan masyarakat desa seutuhnya.
Mereka dilatih digital marketing dari android, desain marketing dan packaging. Selain itu mereka juga dilatih melakukan pengolahan sampah organik.
"NU Batang ingin merajut dengan siapapun dan PCNU sendiri tidak alergi dengan siapapun, dengan catatan dan kami pastikan bahwa program atau kebijakan apapun berpihak pada rakyat umumnya dan warga NU pada khususnya. Pelatihan ini adalah bentuk upaya pemberdayaan desa yang di mana tugas PCNU salah satunya adalah memperhatikan nasib warganya," ucapnya.
Ia menyebutkan, pelatihan ini tidak hanya dilaksanakan pada satu desa saja, tetapi akan berlangsung pada beberapa desa. Supaya bisa mandiri dan berkembang mengikuti zaman yang serba digital.
"Piloting projek ini adalah salah satu program unggulan PCNU yang nantikan akan kita kloning ke desa-desa lainnya dengan skema dan pemberdayaan berbasis potensi desanya," tegasnya.
Program ini sendiri bekerjasama Balai (BBPVP ) Semarang. Wahid Ihoasul Amal, selaku perwakilan BBPVP menyampaikan, program Tailor Made Training (TMT) bertujuan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat agar dapat mandiri dalam berwirausaha.
"Program TMT ini adalah salah satu program inovasi pelatihan yang harapan nya dapat memberikan dampak sesuai kebutuhan warga dan saya sangat mengapresiasi dengan warga Jlamprang di mana sebagian peserta sudah cukup senior tapi masih semangat memiliki modal untuk belajar skill sesuai pelatihan yang dipilih," imbuhnya.
Syukur, selaku Kepala Desa Jlamprang berharap, pelatihan ini memberikan dampak positif untuk para peserta. Pihaknya ingin Desa Jlamprang menjadi salah satu desa percontohan soal sampah. "Sampah adalah menjadi masalah bersama, dan kami mengucapkan terimakasih dimana NU memiliki inisiatif bagaimana sampah ini bisa di olah menjadi pupuk," tandasnya.(yan)
Editor : Ida Nor Layla