Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kekeringan Meluas, Petani di Gringsing Berebut Air Irigasi

Lutfi Hanafi • Minggu, 20 Oktober 2024 | 03:31 WIB

 

CEK IRIGASI: Forkopimcam Gringsing saat mengecek salah satu irigasi yang mulai mengalami kekurangan aliran air, Jumat (18/10/2024).
CEK IRIGASI: Forkopimcam Gringsing saat mengecek salah satu irigasi yang mulai mengalami kekurangan aliran air, Jumat (18/10/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Memasuki puncak musim kemarau di pertengahan Oktober 2024, petani di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, menghadapi kondisi kekeringan yang semakin mengkhawatirkan.

Setidaknya 75 hektare sawah di tiga desa, yaitu Krengseng, Yosorejo, dan Sidorejo, mengalami kekeringan parah.

Selain itu, 15 hektare sawah di Desa Kebondalem juga terancam kekurangan air.

Situasi ini memicu persaingan antarpetani untuk mendapatkan pasokan air irigasi yang sangat terbatas.

Kekeringan ini dipicu oleh masalah pada saluran sekunder dari Bendung Kedung Asem yang mengalami kebocoran parah hingga mencapai 90 persen, serta adanya sedimentasi yang menghambat aliran air.

Akibatnya, air dari bendung tidak bisa mengalir dengan lancar ke area persawahan yang membutuhkan.

“Jika dibiarkan, kekeringan ini akan semakin meluas dan mengancam ketahanan pangan,” ujar Sugiyono, Mantri Pengairan PUPR Kecamatan Gringsing.

Ia menambahkan, pihaknya telah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Masalah semakin rumit karena perbaikan saluran sekunder ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana yang berada di bawah naungan Kementerian PUPR.

Sugiyono menegaskan, untuk mengatasi persoalan ini, perlu dilakukan rehabilitasi menyeluruh dari hulu ke hilir.

Yudi, salah satu petani di Desa Krengseng, mengungkapkan, kondisi kekeringan semakin parah dari tahun ke tahun.

“Dulu ketika irigasi lancar, kami bisa panen tiga kali dalam setahun. Sekarang kami hanya mengandalkan hujan dan hanya bisa panen satu kali,” keluh Yudi.

Ia menyebutkan, keberadaan Bendung Kedung Asem sebelumnya sangat membantu petani untuk bisa menanam padi sepanjang tahun.

Namun, dengan rusaknya saluran sekunder, banyak air yang terbuang dan tidak sampai ke lahan mereka.

Bendung Kedung Asem sendiri merupakan tumpuan utama bagi petani di Kabupaten Batang dan Kendal, termasuk delapan desa di Kecamatan Gringsing yang bergantung pada pasokan air dari bendung tersebut dengan total lahan pertanian seluas 1.227 hektare.

Debit air Kedung Asem yang biasanya melimpah mencapai 5.227 liter per detik, cukup untuk mengairi lahan pertanian sepanjang tahun, bahkan saat puncak kemarau.

Namun, kerusakan saluran sekunder menyebabkan sebagian besar air tersebut terbuang percuma.

Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, berharap masalah ini bisa segera diatasi mengingat pentingnya wilayah Kecamatan Gringsing sebagai lumbung pangan.

Berdasarkan hitungan kasar, jika setiap hektare sawah mampu menghasilkan 6 ton gabah, maka ada lebih dari 500 ton gabah yang hilang setiap musim panen akibat kekeringan ini.

“Sambil menunggu perbaikan saluran, kami berharap para petani bersedia bergiliran dalam mengalirkan air ke sawah mereka,” imbau Ridho.

Namun, anjuran untuk bergiliran ini bukanlah solusi yang mudah dijalankan.

Dengan pasokan air yang minim, para petani sering kali terpaksa berebut untuk memastikan lahan mereka tetap mendapatkan aliran air yang cukup.

Mereka berharap, pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki saluran sekunder sehingga air dari Bendung Kedung Asem bisa kembali mengalir lancar ke sawah-sawah mereka.

Situasi kekeringan ini menjadi alarm bagi pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti permasalahan infrastruktur irigasi.

Jika tidak segera diperbaiki, ancaman kekeringan yang lebih meluas bisa berdampak serius pada ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Batang dan sekitarnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #kekeringan #Kabupaten Batang