Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

11 Geng Tawuran Dibubarkan di Momentum Sumpah Pemuda Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Selasa, 29 Oktober 2024 | 22:50 WIB
BUBARKAN DIRI: Para anggota geng tawuran di Kabupaten Batang saat membubarkan geng yang mereka buat.
BUBARKAN DIRI: Para anggota geng tawuran di Kabupaten Batang saat membubarkan geng yang mereka buat.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Memperingati Hari Sumpah Pemuda, 11 geng tawuran di Kabupaten Batang membubarkan diri.

Mereka mendeklarasikan pembubarannya di momen apel Hari Sumpah Pemuda di halaman Pendopo Kabupaten, Senin 28 Oktober 2024.

Total ada sekitar 50 pelajar di bawah umur yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Hari ini kalian sudah berjanji di hadapan Allah SWT dan disaksikan semua peserta apel. Setiap momen pasti ada sisi kebaikan. Tolong setelah ini ajak teman-teman di luar sana yang masih nakal, raihlah masa depan, bertobatlah," ujar Kapolres Batang, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo.

Momen tersebut juga dihadiri oleh, Dandim Batang dan jajaran pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

Kapolres berharap bahwa langkah ini dapat menjadi titik balik bagi para anggota geng yang kerap bikin resah dengan menenteng sajam di jalanan dan tawuran.

Sebagian besar dari anggota geng ini merupakan pelajar SMA, ada juga dari tingkat SMP.

Sebelas geng itu bernama, Geng Soedirman, Sensatoe83, Teamatil, Steman 27, Kembanglestari, Kampung Bahagia, Bhnepe 81, Gaza, Pangkalan Stress, Timur Stress, dan BKR (Bokampur). 

 

“Semua orang punya masa lalu, tapi kita semua berhak meraih masa depan. Kalian adalah pemuda harapan bangsa, dan hari ini kalian telah mengambil langkah besar untuk menjadi pemuda yang lebih baik," imbuhnya.

Dalam prosesi pembubaran, para anggota geng mengucapkan sumpah dan membuat surat pernyataan dihadapan para saksi untuk meninggalkan kehidupan geng dan berjanji tidak akan lagi melakukan tindakan kriminal.

Mereka juga berikrar untuk mengajak teman-teman di luar kelompok agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri dan masyarakat. 

Para anggota geng tawuran ini pada awalnya bergabung hanya karena alasan pergaulan. Namun, mereka terjebak dalam aktivitas yang tidak bisa dibenarkan. Seperti tawuran antar geng dan pamer sajam di jalanan.

Beberapa dari anggota geng mengaku awalnya merasa ragu untuk keluar dari kelompok karena takut dikucilkan. 

AKBP Nur Cahyo menjelaskan bahwa dengan dukungan pihak kepolisian, orang tua, dan masyarakat, mereka berani melangkah dan membubarkan geng yang telah ada.

Salah seorang anggota geng, AS, 17, yang tergabung dalam Geng Teamatil dari Subah, mengaku awalnya bergabung hanya karena ajakan teman.

Karena merasa tidak enak, ia pun mengikuti arus sesat yang dilakukan teman-temannya. Ia sempat melakukan tawuran sampai 3 kali.

“Awalnya nggak tahu, cuma sekadar nongkrong main game, tapi lama-lama ikut-ikutan karena teman-teman. Tiba-tiba diajak tawuran. Di Subah bahkan ada yang meninggal karena ini, kami benar-benar menyesal,” ungkapnya.  

AS menceritakan bahwa selama ini, anggota geng seperti dirinya dibiasakan membawa senjata tajam seperti celurit dan parang.

Sajam itu kebanyakan dibeli sendiri oleh mereka. Selama dalam pembinaan oleh pihak kepolisian, para anggota geng wajib melapor ke Polres setiap hari sebagai bentuk pengawasan ketat.

 

Namun, setelah menjalani beberapa bulan masa pembinaan, kini AS dan kawan-kawannya diperbolehkan melapor seminggu dua kali sebagai bentuk pelonggaran.

Ia pun tak ingin lagi berkomunikasi dengan anggota-anggota geng tersebut.

“Kami sudah berjanji untuk tidak mengulangi, dan kami ingin meninggalkan masa lalu yang gelap,” ucapnya. (yan/ida)

 

 

 

 

 

Editor : Ida Nor Layla
#geng #batang #tawuran