Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Meski Debat Pertama Sempat Rusuh, KPU Pastikan Debat Cabup-Cawabup Kedua Tetap di Batang

Riyan Fadli • Selasa, 5 November 2024 | 20:35 WIB
RICUH: Debat perdana KPU Kabupaten Batang saat momen kericuhan di penghujung acara.
RICUH: Debat perdana KPU Kabupaten Batang saat momen kericuhan di penghujung acara.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pasca kerusuhan di debat perdana, KPU Kabupaten Batang memastikan gelaran debat kedua untuk calon bupati dan wakil bupati tetap diadakan di Kabupaten Batang.

Pasalnya lokasi debat di dalam kota masih representative. Menyusul keributan yang terjadi pada debat pertama masih bisa cepat diatasi.

Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM, KPU Batang, Khikmatun mengatakan, pihak keamanan saat itu bergerak cepat untuk melerai kedua kubu pendukung yang berseteru.

Tidak sampai terjadi adu fisik di antara para pendukung. Hanya saling dorong dan adu mulut. 

"Persoalan sebenarnya kemarin itu sudah selesai. Rusuh itu bisa diatasi. Pihak keamanan itu bergerak cepat dan itupun di ujung acara," ucapnya, Senin 4 November 2024.

Namun demikian, KPU Batang tetap akan memindahkan lokasi debat ke tempat lainnya. Walaupun Hotel Dewi Ratih masih dianggap sebagai tempat yang paling representatif di Kabupaten Batang.

Sementara kekurangan dari tempat tersebut adalah bentuk aula yang memanjang, sehingga sulit menyekat para pendukung. Lalu akses yang dekat dengan Pantura, serta dekat dengan Pom Bensin yang punya kerawanan.

"Lokasi ini mendapatkan saran dari berbagai pihak untuk mencari tempat yang lebih mudah bagi pengamanan untuk melakukan pendekatan dan sebagainya," ucapnya.

Pemindahan lokasi mengerucut ke Gedung Guru. Lokasi itu dipilih karena memiliki aula yang lebih luas.

Namun demikian, ada beberapa kekurangan terkait tingkat kebisingan dan pantulan suara di ruangan yang buruk.

Lokasi ini bersebelahan dengan rel kereta api, sehingga suara akan sangat bising ketika kereta melintas. Namun demikian, hingga saat ini belum ada opsi lain selain Gedung Guru. 

"Kalau benar-benar jadi di Gedung Guru, event organizer (EO) nantinya perlu mengatasi masalah kualitas suara di sana. Suara yang ada di sana cenderung pecah dan tidak bisa didengar dengan jelas," tegasnya.

Selain pemindahan tempat, tanggal penyelenggaraan debat kedua juga diundur. Semula diselenggarakan tanggal 12 November 2024, akan diganti ke tanggal 19 November 2024.

Hal ini dilakukan untuk membuat persiapan yang lebih matang, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kemarin sudah kita sepakati dengan tim pasangan calon (Paslon), sudah kami buat kesepakatan, Insyaallah dengan segala pertimbangan yang ada. Yang semula tanggal 12, kita undur untuk persiapan yang lebih matang itu di 19 November 2024 dengan waktu yang sama," terangnya.

Perpanjangan waktu ini juga bisa dimanfaatkan para paslon untuk lebih mendalami materi. Debat kedua nanti akan membahas terkait infrastruktur, kemandirian ekonomi, sumberdaya alam dan lingkungan dengan 7 sub tema. 

Sementara pembatasan jumlah peserta debat juga akan dilakukan. Semula masing-masing paslon diperbolehkan membawa 100 pendukung, pada debat kedua jumlah tersebut akan dikurangi untuk mengantisipasi hal-hal buruk.

Khikmatun belum bisa menyebutkan secara pasti berapa jumlah pendukung yang nantinya diperbolehkan mengikuti debat. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kpu #pilkada #debat #batang