Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jembatan Suromadu Diresmikan, Permudah Akses ke Kawasan Industri Terpadu Batang

Riyan Fadli • Kamis, 21 November 2024 | 03:46 WIB
PERESMIAN: Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat meresmikan Jembatan yang menghubungkan Surodadi-Madugowongjati.
PERESMIAN: Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat meresmikan Jembatan yang menghubungkan Surodadi-Madugowongjati.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pj Bupati Batang meresmikan jembatan Suromadu yang menghubungkan Desa Surodadi dengan Madugowongjati Kecamatan Gringsing.

Jembatan tersebut sudah lama rusak dan berhasil dibangun ulang karena usianya sudah sangat tua.

Jembatan tersebut merupakan salah satu akses daerah penyangga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang telah ditingkatkan Pemda Batang.

Pengerjaannya menjadi satu proyek strategis di Kabupaten Batang pada 2024. Yaitu dengan peningkatan jalan di ruas Surodadi, Kecamatan Gringsing, hingga Desa Pujut di Kecamatan Tersono, yang menjadi jalur vital untuk mobilitas warga dan pekerja KITB.

Proyek yang masuk dalam program lelang dini ini telah dimulai pada Januari 2024, dengan waktu pengerjaan 150 hari kalender.

Pada Juni 2024, jalan sepanjang 2,4 kilometer dengan lebar 5,5 meter dan ketebalan beton 20 sentimeter ini telah rampung, tepat sebelum target yang ditetapkan. 

"Alhamdulillah, proyek peningkatan jalan ruas Surodadi-Pujut sepanjang 2,4 kilometer telah rampung pada Juni 2024. Jalan dengan lebar 5,5 meter dan tebal beton 20 centimeter ini menelan anggaran Rp 6,4 miliar," ujar Lani Dwi Rejeki saat meninjau proyek tersebut.

Sementara untuk Jembatan Suromadu, konstruksinya menggantikan struktur yang telah berusia 50 tahun.

Jembatan itu memiliki panjang 60 meter dengan lebar 7 meter. Anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 10 miliar. 

"Meski kontrak selesai dijadwalkan 22 Desember, namun saat peninjauan pada 12 November, pembangunan sudah rampung 100 perssn dan bisa dilewati semua kendaraan," imbuhnya.

Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono, menambahkan bahwa pembangunan ini telah memangkas waktu tempuh secara signifikan.

Sebelumnya, warga harus memutar lewat Limpung dengan waktu tempuh 20-25 menit.

Kini, dengan akses baru tersebut, perjalanan bisa ditempuh hanya dalam 7-10 menit.

Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya menguntungkan pekerja KITB, tetapi juga mendukung akses, ekonomi, wisata pendidikan dan kesehatan bagi warga Desa Surodadi, Madugowong, serta Desa Pujud dan Kebumen, Kecamatan Tersono.

Menyikapi kemacetan yang viral di media sosial, pemkab Batang juga berencana melakukan pelebaran jalan di beberapa titik strategis. 

"Untuk tahun 2025, kami akan fokus pada pelebaran jalan di ruas Kemiri Barat dan Kemiri Timur. Ruas Gondang-Kemiri juga akan diperlebar mengingat pentingnya akses ini bagi pekerja, pendidikan, dan ekonomi," ujar Endro.

Demi mendukung perkembangan KITB, pemerintah daerah memastikan agar infrastruktur terus diperbarui.

Infrastruktur itu menghubungkan masyarakat pedesaan dengan pusat-pusat industri. Sehingga tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup warga di Batang. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #jembatan #surodadi