METROPEKALONGAN.COM, Batang - Kader JKN-KIS wilayah Proyonanggan Tengah, Selatan, Kauman, dan Sambong di Kecamatan Batang, punya cara unik dalam melakukan sosialisasi kepesertaan.
Salah satu peserta BPJS Kesehatan mandiri kini menjadi binaan. Namanya adalah Lintang Niti Sekar, 56, warga Proyonanggan Tengah.
Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Lintang kini aktif ikut mensosialisasikan program BPJS Kesehatan.
Ia bahkan bisa membuat orang-orang di sekitarnya tertarik menjadi peserta BPJS Kesehatan, dengan mempromosikan manfaat besar yang akan didapat.
Lintang sendiri baru menjadi binaan Kader JKN-KIS sejak beberapa bulan lalu. Agung Nofianto, Kader JKN-KIS yang bertugas di wilayahnya baru bertemu dengannya sejak bulan Agustus 2024.
Awalnya, Agung sedikit kesulitan untuk bertemu Lintang karena ada persoalan admistrasi yang perlu diselesaikan.
Agung tiga kali mendatangi rumah Lintang, namun belum bisa bertemu dengannya. Setelah bisa bertemu, ia mencoba memberikan edukasi dan permasalahan administrasi terselesaikan.
"Permasalahannya, satu anggota keluarganya tiba-tiba terdaftar PBI tanpa diketahui. Diharuskan kembali ke kepesertaan mandiri," terangnya dalam kunjungan di kediaman Lintang, Selasa 3 Desember 2024 sore.
Sejak saat itu, Lintang mulai sering bertanya terkait dengan BPJS Kesehatan. Ia juga menyebarkan informasi yang diketahuinya pada orang-orang disekitarnya.
Mereka pun akhirnya tertarik dan sadar bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan sangatlah penting.
"Banyak manfaat yang diperoleh kalau jadi peserta BPJS Kesehatan. Layanan yang saya dapatkan selama ini juga sangat membantu," ucap Lintang.
Lintang ikut mengedukasi orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia selalu menyampaikan bahwa keterlibatan dalam iuran BPJS Kesehatan adalah donasi.
Tidak berharap sakit, tapi bisa mendapatkan berkah dari peserta lain yang mendapatkan layanan gratis dari pemerintah tersebut.
"Anggap saja kita itu membantu orang dengan iuran BPJS, bukan berharap sakit. Mudah-mudahan kita tidak sakit. Berharap berkahnya dengan ikut membantu iuran," ujarnya
Agung menambahkan bahwa, saat ini Lintang bisa sampai menarik 5 keluarga lain untuk bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Hal ini karena kemanfaatan layanan tersebut bagi keluarga dan keluarga lain yang membutuhkan.
"Sekarang karena Kabupaten Batang sudah UHC, jadi lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan gratis. Misalkan ada tunggakan, kemudian terjadi keadaan darurat yang mengharuskan rawat inap di RS, tunggakan itu bisa ditangguhkan. Peserta bisa langsung mendapatkan layanan kesehatan, baru tunggakan muncul kembali setelahnya," terang Agung. (yan/web/ida)
Editor : Ida Nor Layla