METROPEKALONGAN.COM, Batang – Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, menunjukkan prestasinya di berbagai bidang, termasuk dalam pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kesuksesan ini menarik perhatian rombongan dari Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, yang mengadakan kunjungan kaji banding pada Jumat 13 Desember 2024.
Sebanyak 40 orang dari berbagai elemen masyarakat dari Kecamatan Klambu, hadir untuk belajar langsung dari pengalaman Desa Surodadi.
Camat Klambu, Rustamaji, menjelaskan, keberhasilan Desa Surodadi dalam meraih juara II Desa Anti Korupsi tingkat Kabupaten Batang pada 2024, menjadi salah satu alasan utama dipilihnya desa ini sebagai tujuan kaji banding.
"Ini salah satu yang menjadikan kami tertarik untuk kaji banding," ungkap Rustamaji.
Kaji banding ini juga menyoroti pengelolaan UMKM Desa Surodadi, yang berhasil memberdayakan warga lokal, khususnya ibu-ibu rumah tangga.
Produk UMKM seperti keripik nangka, sambal botol, jamu, dan telur asin, menjadi andalan desa.
Retnosari, salah satu pelaku UMKM Desa Surodadi, menjelaskan, pemasaran produk mereka dilakukan secara online melalui media sosial, yang sekaligus mendorong ibu-ibu untuk melek teknologi.
“Berkat UMKM, ibu-ibu di Desa Surodadi tidak ada yang menganggur. Semua bahan dasar produk berasal dari desa, sehingga saling menguntungkan antara warga,” ujar Retnosari.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat ekonomi desa secara keseluruhan.
Selain UMKM, Desa Surodadi juga dikenal dengan inovasi di bidang peternakan, terutama melalui sistem gaduh atau bagi hasil.
Sistem ini diterapkan pada ternak kambing dan bebek. Ternak bebek menjadi primadona karena perawatannya mudah dan murah, sementara telurnya memiliki nilai ekonomis tinggi.
Hasil telur bebek ini juga menjadi bahan dasar penting untuk mendukung produksi UMKM lokal.
Kepala Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Ummu Wastiyah, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, mengungkapkan ketertarikannya pada sistem ternak gaduh.
“Sistem yang diterapkan di Desa Surodadi sangat menarik. Kami ingin menirunya untuk mensukseskan ketahanan pangan di wilayah kami,” ujarnya.
Keberhasilan Desa Surodadi menunjukkan bagaimana sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya lokal dapat menciptakan dampak positif yang signifikan.
Prestasi ini menjadikan Desa Surodadi sebagai contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengembangkan UMKM dan memperkuat ketahanan pangan.
Dengan berbagai inovasi dan capaian ini, Desa Surodadi bukan hanya menjadi desa berprestasi, tetapi juga inspirasi nyata bagi pengembangan desa lain di Indonesia. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla