METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 untuk Pemilihan Gubernur - Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) mencapai 80 persen.
Angka ini melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 75 persen.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyampaikan capaian ini dalam acara tatap muka bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pasca-Pilkada 2024 di Pendopo Kantor Bupati Batang, Selasa 17 Desember 2024.
“Alhamdulillah, Pilkada berjalan lancar dan kondusif. Partisipasi pemilih yang tinggi ini tentu berkat kerja keras kita semua,” ujarnya.
Lani menekankan, keberhasilan Pilkada bukan hanya terlihat dari tingginya antusiasme pemilih. Tapi juga dari lancarnya pelayanan publik selama proses pemilu berlangsung.
Ia menyebutkan, dari awal persiapan, hari pelaksanaan, hingga pasca-Pilkada, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. Hal itu menjadi salah satu indikator bahwa Pilkada di Batang sukses tanpa ekses.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menjaga wilayah kita tetap aman. Media pun berperan penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan profesional kepada masyarakat,” kata Lani.
Dengan berakhirnya pesta demokrasi di Batang, Pj Bupati Lani Dwi Rejeki berharap seluruh elemen masyarakat kembali bersatu untuk mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita dukung pemimpin yang terpilih sesuai dengan peran dan profesi kita masing-masing. Tingkatkan persatuan dan kesatuan demi kemajuan Kabupaten Batang,” tegasnya.
Kapolres Batang AKBP Nur Cahyo Arim Prastyo, turut menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan pasca-Pilkada.
Karena potensi gesekan atau konflik akibat dinamika politik tetap ada. Tetapi sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi benteng utama untuk pencegahan.
Ia mengajak seluruh elemen, khususnya forum koordinasi pimpinan kecamatan, untuk terus berkomunikasi intensif dan menyampaikan informasi terkait situasi di wilayah masing-masing.
“Kita harus responsif terhadap tanda-tanda yang dapat mengganggu keamanan. Jangan menunggu sesuatu terjadi baru bertindak. Deteksi dini adalah kunci,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla