Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Status UHC Batang Terancam di Tahun 2025, Ini Penyebabnya

Riyan Fadli • Sabtu, 4 Januari 2025 | 10:12 WIB

 

KESEHATAN: Warga Batang saat mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas.
KESEHATAN: Warga Batang saat mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memastikan hanya mampu mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) selama tujuh bulan di tahun 2025. Karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Didiet Wisnuhardanto, Senin 30 Desember 2024.

“Kami hanya mampu menganggarkan Rp 32 miliar. Itu pun hanya cukup untuk tujuh bulan, dengan cakupan peserta sebanyak 107.707 jiwa atau sekitar 98 persen dari total penduduk,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk melanjutkan UHC hingga akhir tahun 2025, butuh anggaran hingga Rp 60 miliar.

Namun, kekurangan dana untuk lima bulan berikutnya harus menunggu kebijakan Bupati Batang yang baru. Serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan di Kabupaten Batang.

dr Didiet pun mengapresiasi langkah sejumlah perusahaan yang telah berkontribusi melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). 

“Kami berterima kasih kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dan Bank Jateng yang mencover 200 jiwa, serta RS QIM Batang yang mendukung 100 jiwa. Kami berharap perusahaan lain bisa mengikuti langkah mereka, sehingga dapat mengurangi beban pemerintah daerah,” tuturnya.

Capaian UHC di Tahun 2023, Kabupaten Batang berhasil tercapai pada November 2023 di bawah kepemimpinan Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki.

Program UHC ini ditujukan pada seluruh warga Batang agar mendapatkan akses yang adil terhadap layanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.

Dengan program ini, masyarakat yang tidak mampu hanya perlu menunjukkan KTP atau KK untuk mendapatkan layanan kesehatan. 

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan sangat penting untuk memastikan program ini bisa berlanjut. Kami percaya, dengan komitmen bersama, kita bisa mempertahankan UHC sebagai bentuk perlindungan sosial untuk masyarakat Batang,” imbuhnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#uhc #kesehatan #batang