METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dinparperta) Kabupaten Batang menetapkan lima kecamatan masuk dalam status zona merah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Dua tim ditugaskan khusus untuk menangani wabah tersebut. Yaitu tim pengobatan dan tim vaksinasi.
Tim pengobatan tidak boleh ikut tim vaksinasi, begitu juga sebaliknya, karena bisa menularkan.
"Kami mendapat informasi bahwa akan ada bantuan 1.000 hingga 2.000 dosis vaksin khusus untuk Kabupaten Batang. Vaksin ini untuk periode Februari, Maret, dan April," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syam Manohara.
Ia menyebutkan, jumlah itu jauh dari populasi sapi di Kabupaten Batang yang mencapai 17 ribu.
Ternak itu tersebar di 15 kecamatan. Hanya lima kecamatan yang belum terpapar PMK.
Sementara ternak di 10 kecamatan lainnya sudah terpapar wabah PMK.
Bahkan, lima di antaranya ditetapkan sebagai zona merah PMK. Yaitu Kecamatan Bawang dengan 14 kasus, Reban 27 kasus, Wonotunggal 30 kasus, Kandeman 42 kasus, dan Tulis 12 kasus.
"Sasaran vaksin adalah daerah yang belum terpapar PMK, Batang, Gringsing, Banyuputih, Bandar, dan Pecalungan. Ini untuk menyelamatkan ternak yang masih aman dari PMK, karena keterbatasan jumlah vaksin," imbuhnya.
Hingga saat ini ada 3 sapi yang mati karena wabah PMK. Sementara hewan ternak lain yang terjangkit ada Kambing 15 ekor dan domba 4 ekor.
Syam menyebutkan, Jawa Tengah sendiri dijatah 40 ribu dosis vaksin yang mulai didistribusikan.
Untuk hewan yang terpapar, tindakan isolasi menjadi langkah utama, diikuti dengan penerapan biosecurity oleh peternak.
"Pakaian yang digunakan di kandang harus berbeda dengan pakaian luar," jelas Syam.
Meski terpapar PMK, daging sapi masih boleh dikonsumsi, namun ada pengecualian. Bagian jeroan, kaki, dan kepala harus dikubur untuk mencegah penularan lebih banyak.
"Juni, Juli, dan Agustus nanti akan ada kuota vaksin tambahan," kata Syam.
Pemerintah Kabupaten Batang berharap langkah ini dapat segera mengendalikan wabah PMK di wilayah mereka.
Salah satu langkah besar yang dilakukan adalah penutupan Pasar Hewan Limpung, karena ditemukan 8 ternak terinfeksi PMK.
Masyarakat pun diminta untuk melaporkan jika ada indikasi penyakit pada ternak mereka, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
"Kami berkomitmen untuk melindungi peternak dan memastikan hewan ternak tetap sehat," tandasnya. (yan/ida)