Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkab Batang dan KITB Belajar Pengelolaan KEK ke Mandalika

Riyan Fadli • Selasa, 21 Januari 2025 | 13:29 WIB
KEMBANGKAN KEK: Forkopimda Batang saat Kunjung kerja di Kantor KEK Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
KEMBANGKAN KEK: Forkopimda Batang saat Kunjung kerja di Kantor KEK Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batang menggelar kunjungan kerja ke Sirkuit Mandalika awal tahun 2025.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya studi banding pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sirkuit Mandalika. Karena Batang kini punya KEK Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Studi banding itu dilakukan Pemerintah Kabupaten (Peemkab) Batang bersama jajaran direksi PT KITB.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), termasuk Wakil Direktur Utama MGPA Samsul Purba dan Vice President Operation MGPA Try Agung Hartanto.

“Kami datang ke Mandalika untuk mempelajari pengelolaan KEK Mandalika, apa saja yang sudah dikelola, dan bagaimana hasilnya,” kata Pj Bupati Batang Lani Dewi Rejeki.

Di sana, mereka mendapatkan gambaran sejak KEK Mandalika didirikan pada 2014 hingga saat ini.

Pihaknya pun menggali informasi mendalam terkait pengelolaan KEK Mandalika yang telah berhasil menjadi kawasan unggulan.

Hasil eksplorasi ini akan dijadikan bahan pertimbangan untuk diterapkan pada pengelolaan KITB yang saat ini tengah berproses menjadi KEK melalui pengesahan Peraturan Pemerintah (PP).

“Kami melihat apa yang mungkin belum dilakukan di KITB Batang dan mempelajarinya dari KEK Mandalika untuk kemudian diadopsi. Harapannya, KITB juga mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, pemerintah, investor, dan semua pihak terkait,” kata Lani.

KEK Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah membuktikan sebagai kawasan yang mampu mendongkrak sektor pariwisata.

Keberadaan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu daya tarik internasional menjadi faktor utama yang memberikan nilai tambah bagi kawasan ini.

KITB Batang dirancang menjadi proyek strategis nasional dengan fokus pada pengembangan industri, pariwisata, dan logistik.

Dengan status KEK, kawasan ini akan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, namun tetap mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak manajemen.

“Pariwisata di Batang saat ini juga sedang dikembangkan, baik pariwisata pantai maupun pegunungan. Kami optimistis, jika KITB menjadi KEK, akan banyak keuntungan yang bisa dirasakan semua pihak,” terangnya.

Lani mengakui, pihaknya sempat ragu dalam proses pengajuan KITB menjadi KEK. Namun, setelah melihat langsung kesuksesan KEK Mandalika, keraguan tersebut sirna.

“Kami sempat bertanya-tanya apa bedanya kawasan industri biasa dengan KEK. Namun, setelah melihat langsung Mandalika, kami semakin yakin dan mantap untuk menjadikan KITB sebagai KEK,” ujarnya.

Pihaknya memilih belajar dari KEK Mandalika karena sebagian direksi KITB sebelumnya juga pernah terlibat dalam pengelolaan KEK Mandalika. Sehingga memiliki pengalaman yang relevan. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#sirkuit #mandalika #batang