Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

2 Jembatan Terputus, Ratusan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Desa Tombo Batang

Riyan Fadli • Selasa, 21 Januari 2025 | 22:23 WIB
BENCANA ALAM: Warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar bersama Forkopimcam dan unsur lainnya bergotong royong membangun jembatan.
BENCANA ALAM: Warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar bersama Forkopimcam dan unsur lainnya bergotong royong membangun jembatan.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Warga Dukuh Tampingan, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, terisolasi sejak Senin 20 Januari 2025 malam.

Dua jembatan yang mengapit di sisi timur dan barat dukuh terputus, hanyut terbawa banjir bandang.

Selasa 21 Januari 2025, ratusan warga bersama relawan, TNI, Polri dan Muspika Kecamatan Bandar, membangun jembatan darurat.

Camat Bandar, Muhammad Nashruddin menjelaskan, hujan lebat dan angin kencang yang mengguyur wilayah bandar seharian mengakibatkan debit air di Kali Lojahan dan Kali Sepet meningkat.

Arus sungai yang deras juga menbawa material batu dan batang pohon.

Jembatan Centuko di Kali Sepet langsung hanyut tak tersisa tersapu banjir sekitar pukul 18.30 WIB.

Sementara Jembatan Merah di Sungai Lojahan terputus, dan hanya menyisakan material kawat penyangga dan sebagian lantai jembatan sekitar pukul 19.30 WIB.

Jembatan gantung di Kali Lojahan itu menghubungkan Desa Tombo dengan Desa Kambangan, Kecamatan Blado.

"Kejadiannya sekitar habis Magrib mau Isya. Pagi langsung ada langkah dari Kepala Desa untuk menggerakkan warga dan unsur lainnya untuk bergotong royong," ujarnya, Selasa 21 Januari 2025.

Ratusan warga tergerak untuk ikut membantu bergotong royong membangun jembatan bambu.

Jembatan ini dibangun sepanjang sekitar 15 meter dan lebar 1,5 meter.

Proses pengerjaannya berjalan cepat, hingga pada siang hari, jembatan darurat itu sudah rampung dan bisa dilalui.

Warga Dukuh Tampingan sudah terhubung dengan Dukuh Centuko di Desa Tombo.

Selain membangun jembatan darurat, masyarakat juga gotong royong masak bareng.

Semua berpartisipasi, ada yang memberi bantuan beras, ikan, dan lain-lain.

Masyarakat masak bersama, kemudian makan bersama siang harinya di lokasi.

"Alhamdulillah sudah jadi, Tampingan sudah tidak terisolir," imbuhnya.

Jembatan itu bisa dilewati sepeda motor. Namun, ada kekhawatiran ketika hujan lebat turun lagi dan debit air sungai meningkat, warga tetap was-was.

Takut jembatan darurat tersebut tersapu aliran sungai lagi. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Terisolir #hujan #bandar #jembatan Muara Tembesi