METROPEKALONGAN.COM, Batang - Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), pada Senin malam 20 Januari 2025 lalu membawa cerita haru di Desa Surjo, Kecamatan Bawang.
Kini banjir sudah mulai surut. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang bersama warga Desa Surjo telah turun membersihkan material sisa banjir yang menghantam kawasan tersebut.
Sekretaris Desa Surjo Teguh Kurniawan menyampaikan, tiga rumah warga dilaporkan hanyut tersapu banjir.
Pada peristiwa itu, seorang ibu dan anak ikut hanyut terseret arus sejauh satu kilometer. Sang ibu bernama Tusripah, 48, dan anaknya Robyong Nurhalimah, 18.
Beruntungnya, keduanya ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka berada di timbunan lumpur dan material banjir lainnya.
Kondisinya kotor penuh lumpur, hingga luka di beberapa bagian tubuh.
"Pada saat ditemukan, mereka dalam keadaan berpelukan dan tertutup lumpur. Meskipun kondisi tersebut sangat mencemaskan, mereka berhasil selamat dan segera dievakuasi," ungkap Sekretaris Desa Surjo.
Keluarga itu ditemukan sekitar 30 menit setelah rumahnya hanyut terbawa banjir bandang di Kali Gede.
Sementara peristiwanya terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Sebelumnya arus Kali Gede itu mulai meningkat debit airnya sejak siang hari.
Sungai yang semula hanya selebar 2 meter, kini meluap dan melebar menjadi 20 meter.
Tentu saja bangunan rumah di bagian kiri dan kanan sungai tergerus banjir bandang. Hal ini karena lebat mengguyur sehari semalam.
Proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan penuh kehati-hatian. Pihaknya bersama warga menyisir tepian sungai, baik di sisi kiri maupun kanan.
Rumah korban berada di kanan sungai, namun korban ditemukan di sisi kiri sungai. Hingga korban ditemukan tersangkut dan saling berpelukan sekitar pukul 19.30 WIB.
Mereka kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Reban dan dirujuk ke RSUD Limpung.
Selain dua orang yang hanyut bersama rumahnya itu, ada dua warga lain yang nyaris hanyut bersama rumahnya.
"Pak Misman, 65, itu yang rumahnya hanyut. Kondisi kebetulan dia terjepit kayu reruntuhan rumah sehingga bisa dievakuasi warga langsung," imbuhnya.
Seorang anak bernama Nada, 8, kakinya terjepit kursi. Sehingga tidak ikut hanyut dan bisa diselamatkan oleh warga.
Banjir bandang yang terjadi menyebabkan kerusakan besar di berbagai lokasi. Ternak-ternak warga juga dilaporkan ikut hanyut terbawa arus. Seperti kandang kambing dan 20 ekor kambing milik Musafak hanyut.
Lalu, kandang sapi dan 2 ekor sapi milik Mahri hilang tersapu banjir bandang. Sebagian rumah Suprapto dan 4 ekor kambingnya hanyut.
Sedangkan Turah, kehilangan sebagian rumahnya dan sepeda motor Honda Vario. Serta Handoyo yang rumahnya habis diterjang banjir bandang itu.
Bagian atas Sungai Gede, Curug Kembar kondisinya juga mengkhawatirkan bagian kiri dan kanan air terjun yang ada di bukit retak.
Status tanggap darurat bencana pun diberlakukan karena hujan lebat masih terjadi dan kondisi alam yang mengkhawatirkan.
Saat ini dua posko pengungsian didirikan untuk menampung warga terdampak. Posko pertama di Dukuh Kuripan menampung 265 jiwa. Lalu posko ke dua di rumah milik Gio dan musala RT 31 yang menampung 255 jiwa.
"Kita dapat bantuan dari BPBD, PMI, Bupati terpilih pak Faiz, UPK Kecamatan Bawang, Camat, KITB, pengusaha dan lain sebagainya," terangnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla