METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang di bawah kepemimpinan Lani Dwi Rejeki punya konsistensi dalam bidang infrastruktur.
Selama menjabat sebagai Pj Bupati Batang, 84,53 persen jalan Kabupaten Batang kondisinya baik.
Bahkan 20 jembatan penghubung juga dibangun untuk menunjang infrastruktur transportasi.
Jalan dan jembatan memainkan peran penting dalam mendukung ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Infrastruktur yang baik memungkinkan akses yang lebih mudah ke pasar, layanan kesehatan, pendidikan, dan peluang kerja.
Kondisi ini juga membantu dalam distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Selama menjabat, Lani sudah memperbaiki 125,67 kilometer jalan dan jembatan.
Tahun 2022 sepanjang 29,4072 kilometer jalan dan jembatan diperbaiki dengan anggaran mencapai Rp 113,2 miliar.
Sementara pada tahun 2023, nggaran sebesar Rp 27,2 miliar dikeluarkan untuk perbaikan 6,809 kilometer jalan dan jembatan.
Tahun 2024, alokasi anggaran sebesar Rp 28,5 miliar digunakan untuk rehabilitasi jalan dan jembatan sepanjang 89,455 kilometer.
Dari total panjang jalan kabupaten 540,45 kilometer, 84,53 persen kini sudah dalam keadaan baik.
Sebelumnya, pada tahun 2021 sepanjang 46,59 persen jalan dalam kondisi baik. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas infrastruktur jalan.
"Kalau jalan memang kita prioritaskan, memang itu sebagai sarana transportasi dan ekonomi. Jadi sudah ada 84,53 persen jalan mantab. Kita upayakan untuk dibangun baik dari dana daerah maupun dana dari pusat," tegas Lani.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkab Batang membuat beragam inovasi.
Salah satunya adalah program Si Gercep yang memperbaiki lubang jalan dengan cepat menggunakan teknologi aspal dingin.
Cara ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, petugas akan bergerak langsung menambal jalan rusak yang dilaporkan.
Dengan teknologi Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA), proses perbaikan dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Program ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor, dan mempercepat proses pemeliharaan jalan.
Selain jalan, jembatan juga mendapatkan perhatian khusus. Selama menjabat, 20 jembatan sudah diperbaiki dan dibangun ulang.
Salah satunya adalah jembatan Suramadu, penghubung Desa Surodadi dan Madugowongjati.
Jembatan yang berada di atas Kali Belo di Desa Madugowongjati, Kecamatan Gringsing ini semula kondisinya sangat memprihatinkan.
Jembatan sepanjang 59,94 meter dan lebar 3 meter itu rapuh dan pondasinya menggantung tergerus arus sungai.
Di beberapa titik terlihat lantai jembatan yang bolong dan oleh warga sekitar ditambal dengan kayu dan seng bekas drum.
Bahkan, rangka pengaman jembatan juga sudah berkarat dan banyak yang bengkok termakan usia. Jembatan itu sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.
Pemerintah Desa pun sudah berkali-kali mengajukan usulan. Sehingga keberatan jembatan sangat dinanti-nanti masyarakat.
Karena memiliki fungsi yang vital, menunjang kegiatan perekonomian juga menghubungkan antara Kecamatan Gringsing dan Tersono.
Pada pemerintahannya, Lani membangun Jembatan Suromadu dengan anggayRp 10,55 miliar.
Jembatan ini dilebarkan menjadi 5,5 meter. Kondisinya sekarang sudah baik dan bisa dilalui masyarakat umum setelah diresmikan pada 3 Februari 2025.
"Jembatan Suromadu ini sudah diresmikan, jembatan ini sudah dinanti-nantikan masyarakat. Bisa mempermudah akses perekonomian, pendidikan, pertanian, dan lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan DPU-PR Batang Endro Suryono merinci, jembatan yang dibangun di antaranya adalah Jembatan Kalibeluk, Kali Sipung, Menguneng, KKO Harun, Kali Blewah, Krengseng-Pantai Jodo, Suromadu, Jenes, Terban, Kalibelo, Banjiran-Sawahjoho, dan lainnya.
Meski 20 jembatan telah selesai dibangun, pihaknya tidak memungkiri masih menyisakan pekerjaan rumah.
"Masih ada 9 jembatan yang harus segera diperbaiki, dua di antaranya segera dikerjakan tahun 2025, jembatan Lawangaji dan Pandansari," ujarnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla