METROPEKALONGAN.COM, BATANG – Niat baik seorang bocah menolong temannya yang tenggelam justru berujung petaka.
Dafa Fayat Islami, 12, warga Desa Madugowongjati, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, terseret arus Kali Jahan pada Kamis 6 Maret 2025 sekitar pukul 12.30 WIB dan hingga kini belum ditemukan.
Baca Juga: Pasukan Telo Gerak Cepat Evakuasi TKW Ribut Uripah dari Malaysia
Dafa bersama lima temannya bermain dan mandi di Kali Jahan sepulang sekolah.
Tanpa diduga, salah satu teman mereka, TR, 7, terpeleset dan terbawa arus.
Melihat hal itu, Dafa yang paling besar di antara mereka spontan berusaha menolong.
Namun, nahas, ia justru ikut terseret arus, sementara TR berhasil selamat setelah tersangkut di batu besar dan menepi.
Baca Juga: Erick Sunardi Menemukan Cahaya Islam dari Mengamati Perilaku Teman-Temannya yang Muslim
Kelima teman Dafa yang panik langsung pulang dan memberitahu orang tua mereka.
Kelima teman Dafa yang panik langsung pulang dan memberitahu orang tua mereka.
Warga pun geger dan segera melakukan pencarian dengan menyisir sungai.
Sayangnya, hingga sore hari, Dafa masih belum ditemukan.
Kali Jahan yang merupakan anak Sungai Kali Kuto memiliki arus deras serta banyak batu besar, sehingga pencarian cukup sulit.
Baca Juga: Pedagang Kapok Jual Rokok Ilegal, Pemkot Pekalongan Gencarkan Sosialisasi
Mendapat laporan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, PMI, SARDA, relawan Tim Cepat Tanggap Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), anggota Koramil 03 Gringsing, Polsek Gringsing, serta Banser, diterjunkan ke lokasi.
Mendapat laporan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, PMI, SARDA, relawan Tim Cepat Tanggap Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), anggota Koramil 03 Gringsing, Polsek Gringsing, serta Banser, diterjunkan ke lokasi.
Sebanyak 60 personel dikerahkan untuk menyisir sungai. Namun, hingga malam hari, Dafa belum juga ditemukan.
Menurut Aris, salah satu anggota Tim TCT KITB, pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya dengan menggunakan perahu karet.
Baca Juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Satu Tewas, Dua Hilang
Fokus pencarian berada di sekitar titik tenggelam hingga Bendungan Kedung Asem.
Jika masih belum ditemukan, wilayah pencarian akan diperluas hingga muara sungai.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama ibu Dafa yang menangis histeris saat mendengar kabar anaknya tenggelam.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama ibu Dafa yang menangis histeris saat mendengar kabar anaknya tenggelam.
Dafa yang masih duduk di kelas V SD merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Abdul Muis dan Uripah.
Ia dikenal gemar bermain di Kali Jahan yang memang berada di belakang rumahnya.
Meskipun debit air sungai saat kejadian dalam kondisi normal, arusnya tetap deras sehingga berbahaya bagi anak-anak.
Pada hari Jumat 7 Maret 2025, tim SAR membagi pencarian menjadi dua kelompok.
Satu tim fokus pada lubuk dalam di sekitar titik tenggelam.
Sementara tim lainnya menyisir sungai hingga Bendungan Kedung Asem dan jembatan Pantura Kali Kuto.
Hingga berita ini diturunkan, Dafa belum ditemukan.
Pihak keluarga pun mengupayakan bantuan doa dari para kiai agar pencarian berjalan lancar dan Dafa segera ditemukan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla Sumber : Metro Pekalongan