Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Berniat Menolong, Bocah 12 Tahun di Batang Malah Ikut Tenggelam

Lutfi Hanafi • Sabtu, 8 Maret 2025 | 03:53 WIB
PENCARIAN - Tim Cepat Tanggap Kawasan Industri Terpadu Batang ikut melakukan pencarian korban tenggelam di Kali Jahan Gringsing, Jumat (7/3/2025).
PENCARIAN - Tim Cepat Tanggap Kawasan Industri Terpadu Batang ikut melakukan pencarian korban tenggelam di Kali Jahan Gringsing, Jumat (7/3/2025).


METROPEKALONGAN.COM, BATANG – Niat baik seorang bocah menolong temannya yang tenggelam justru berujung petaka.
 
Dafa Fayat Islami, 12, warga Desa Madugowongjati, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, terseret arus Kali Jahan pada Kamis 6 Maret 2025 sekitar pukul 12.30 WIB dan hingga kini belum ditemukan.

Baca Juga: Pasukan Telo Gerak Cepat Evakuasi TKW Ribut Uripah dari Malaysia

Dafa bersama lima temannya bermain dan mandi di Kali Jahan sepulang sekolah.
 
Tanpa diduga, salah satu teman mereka, TR, 7, terpeleset dan terbawa arus.
 
Melihat hal itu, Dafa yang paling besar di antara mereka spontan berusaha menolong.
 
Namun, nahas, ia justru ikut terseret arus, sementara TR berhasil selamat setelah tersangkut di batu besar dan menepi.
 
Baca Juga: Erick Sunardi Menemukan Cahaya Islam dari Mengamati Perilaku Teman-Temannya yang Muslim

Kelima teman Dafa yang panik langsung pulang dan memberitahu orang tua mereka.
 
Warga pun geger dan segera melakukan pencarian dengan menyisir sungai.
 
Sayangnya, hingga sore hari, Dafa masih belum ditemukan.
 
Kali Jahan yang merupakan anak Sungai Kali Kuto memiliki arus deras serta banyak batu besar, sehingga pencarian cukup sulit.
 
Baca Juga: Pedagang Kapok Jual Rokok Ilegal, Pemkot Pekalongan Gencarkan Sosialisasi

Mendapat laporan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, PMI, SARDA, relawan Tim Cepat Tanggap Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), anggota Koramil 03 Gringsing, Polsek Gringsing, serta Banser, diterjunkan ke lokasi.
 
Sebanyak 60 personel dikerahkan untuk menyisir sungai. Namun, hingga malam hari, Dafa belum juga ditemukan.

Menurut Aris, salah satu anggota Tim TCT KITB, pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya dengan menggunakan perahu karet.
 
Baca Juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Satu Tewas, Dua Hilang
 
Fokus pencarian berada di sekitar titik tenggelam hingga Bendungan Kedung Asem.
 
Jika masih belum ditemukan, wilayah pencarian akan diperluas hingga muara sungai.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama ibu Dafa yang menangis histeris saat mendengar kabar anaknya tenggelam.
 
Dafa yang masih duduk di kelas V SD merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Abdul Muis dan Uripah.
 
Baca Juga: Dua Bocah di Pekalongan Tewas Tenggelam Usai Bermain di Lokasi Banjir
 
Ia dikenal gemar bermain di Kali Jahan yang memang berada di belakang rumahnya.
 
Meskipun debit air sungai saat kejadian dalam kondisi normal, arusnya tetap deras sehingga berbahaya bagi anak-anak.

Pada hari Jumat 7 Maret 2025, tim SAR membagi pencarian menjadi dua kelompok.
 
Baca Juga: Tiga Pekerja Proyek yang Tewas Tenggelam di Kawasan Industri Karawang Ternyata Warga Kabupaten Pekalongan
 
Satu tim fokus pada lubuk dalam di sekitar titik tenggelam.
 
Sementara tim lainnya menyisir sungai hingga Bendungan Kedung Asem dan jembatan Pantura Kali Kuto.

Hingga berita ini diturunkan, Dafa belum ditemukan.
 
Pihak keluarga pun mengupayakan bantuan doa dari para kiai agar pencarian berjalan lancar dan Dafa segera ditemukan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla
#BreakingNews #Tim Cepat Tanggap Kawasan Industri Terpadu Batang #Tim TCT KITB #bocahtenggelam #Beritaterkini #InfoBatang #pmi #timsar #KecelakaanAir #PencarianKorban #musibah #batang #koramil