Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tim SAR Sementara Hentikan Pencarian Bocah Hilang di Kali Jahan

Lutfi Hanafi • Jumat, 14 Maret 2025 | 01:14 WIB

SIAGA : Beberapa orang relawan tim SAR masih bersiaga memantau Kali Jahan dan Kali Kuto mencari keberadaan Dafa yang tenggelam.
SIAGA : Beberapa orang relawan tim SAR masih bersiaga memantau Kali Jahan dan Kali Kuto mencari keberadaan Dafa yang tenggelam.
 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Setelah enam hari pencarian intensif, tim SAR akhirnya menghentikan upaya pencarian Dafa Fayat Islami, 12, bocah asal Desa Madugowong yang hanyut di Kali Jahan pada Kamis 6 Maret 2025.

Meski telah berjibaku melawan derasnya arus Kali Kuto dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet hingga ke muara, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian yang melibatkan puluhan relawan dari Batang dan Kendal, serta ratusan warga yang bersimpati terhadap keluarga korban, terpaksa dihentikan karena tidak membuahkan hasil.

Namun, sejumlah relawan lokal tetap bersiaga di Bendungan Kedung Asem atau di titik tenggelam guna memantau situasi.

Kali Jahan, sebagai anak Sungai Kali Kuto, memiliki arus yang cukup deras dengan banyak batu besar di tengah sungai.

Keberadaan palung dalam serta arus berputar semakin memperumit upaya pencarian.

Menurut Heri Casper, relawan PMI Batang, pihaknya masih melakukan pemantauan di beberapa titik strategis.

"Beberapa relawan tetap bersiaga di Kedung Asem dan sesekali melakukan penyisiran ke arah titik tenggelam," ujar Heri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dafa hanyut saat mandi di sungai sepulang sekolah bersama lima temannya.

Bocah yang dikenal pemberani ini awalnya berniat menolong rekannya, TR, yang hampir tenggelam.

Namun, naas, Dafa justru terseret arus deras, sementara TR selamat setelah tersangkut di batu besar. 

Dafa merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Abdul Muis dan Uripah.

Rumahnya yang tak jauh dari Kali Jahan membuat sungai tersebut menjadi tempat bermainnya sehari-hari.

Berbagai upaya telah dilakukan, baik secara pencarian fisik maupun lewat cara supranatural.

Meski pencarian resmi dihentikan, keluarga korban masih berharap jasad Dafa bisa ditemukan agar dapat dimakamkan dengan layak.

"Kami hanya berharap jasad Dafa ditemukan supaya bisa dimakamkan dengan baik," ungkap sang ayah, Abdul Muis, dengan suara bergetar.

Di rumah keluarga korban, doa dan tahlil terus dilakukan sebagai bentuk keikhlasan serta keyakinan bahwa Dafa telah berpulang.

Hingga kini, relawan masih bersiaga, berharap ada tanda-tanda yang dapat membawa kepastian bagi keluarga yang ditinggalkan. (han/yan/ida) 

Editor : Ida Nor Layla
#Sungai Kali Kuto #tenggelam #tolong teman malah tenggelam