METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kerusakan saluran irigasi di Kabupaten Batang mencapai 33 persen dari 599 daerah irigasi yang ada.
Kerusakan itu menyebabkan ratusan hektare sawah di Kabupaten Batang terancam tidak bisa melakukan tanam pada musim kemarau.
Sementara untuk perbaikan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Namun, bencana banjir bandang yang terjadi pada Januari lalu menyebabkan kerusakan makin meluas.
Sehingga kini persentase irigasi dalam kondisi baik turun menjadi 67 persen.
Kerusakan irigasi ini menjadi ancaman serius bagi target swasembada pangan di Kabupaten Batang.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Petani di Gringsing Berebut Air Irigasi
Tanpa perbaikan segera, ribuan hektare sawah berisiko mengalami gagal panen, yang akan berdampak pada ketahanan pangan di daerah tersebut.
"Saat ini, kami hanya bisa melakukan penanganan sementara dengan bronjong. Jika debit sungai turun, kami akan coba maksimalkan metode ini. Namun, jika arus masih deras, tidak banyak yang bisa kami lakukan," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla