METROPEKALONGAN.COM, Batang – Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan memberi catatan pada warga Kabupaten Batang.
Menurutnyam warga Batang perlu adaptasi dan meningkatkan etos kerja dalam dunia industri agar bisa bersaing. Sehingga tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Persoalan tersebut menjadi tantangan, karena selama ini masyarakat bergantung hidup pada sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan.
Baca Juga: Gema Ramadan di KITB, Tingkatkan Sinergi Industri dengan Perekonomian Masyarakat
"Dari pengalaman dua tahun pengoperasian pabrik-pabrik di sini, tidak seluruhnya karyawan bisa bertransformasi dari petani, pekebun, nelayan, pengusaha kecil, atau pekerja informal menjadi pekerja pabrik,” kata Ngurah Wirawan saat peluncuran Gema Ramadan di KITB Batang di Gringsing 17 Maret 2025.
Menurutnya, banyak tenaga kerja lokal yang tidak memenuhi kualifikasi karena kurangnya keterampilan dan pelatihan.
Selain itu, faktor ketidakcocokan dengan ritme kerja di industri manufaktur juga menjadi kendala.
Baca Juga: KITB, Destinasi Favorit Ngabuburit Masyarakat Gringsing, Indah, Nyaman, dan Aman
“Ada juga yang sudah pernah bekerja di dalam, tapi beberapa bulan kemudian merasa bosan. Mungkin karena tidak terbiasa dengan sistem kerja pabrik yang statis dan mekanis, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore hanya melihat mesin yang sama setiap hari,” tambahnya.
Menyadari tantangan tersebut, KITB berupaya mencari solusi agar masyarakat tetap memiliki peluang kerja di berbagai sektor.
Ngurah Wirawan menyebutkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Properti di Batang bisa menjadi jawaban.
Baca Juga: Info Lowongan Kerja, Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair KITB
“Kami berharap dengan adanya KEK Pariwisata, akan muncul banyak hotel, kafe, restoran, laundry, dan usaha lainnya. Ini bisa menjadi kanal bagi warga yang lebih cocok bekerja di sektor jasa dibandingkan industri manufaktur,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya memastikan agar keberadaan KITB tidak hanya menguntungkan badan usaha. Tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
“Jangan sampai Batang menjadi menara gading, hanya menguntungkan badan usahanya saja. Kita harus pikirkan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kesempatan kerja di kawasan ini,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla