Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

13 Siswa SD Muntah-Muntah Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Bupati Batang Faiz Minta Review Ulang Vendor

Riyan Fadli • Rabu, 16 April 2025 | 02:10 WIB
Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang untuk melakukan review ulang terhadap vendor penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekaligus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kalau tidak salah, ada dua vendor penyedia makan bergizi gratis yang perlu di-review ulang. Kalau memang ini kategori berat, ya saya minta dicabut izinnya. Diganti vendor baru yang sesuai kriteria," tegas Bupati Faiz.

Hal tersebut disampaikan xsetelah menanggapi kasus keracunan pada 13 siswa sekolah dasar (SD) di Batang yang muntah dan diare setelah mengonsumsi mi goreng pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Senin 14 April 2025.

Pihaknya menyebutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memang tidak memiliki kewenangan untuk pengawasan.

Namun demikian, Faiz berusaha mensukseskan program MBG tersebut.

"Dengan adanya kondisi saat ini, ya ke depan harus kita sinergikan pengawasan terkait dengan pelaksanaan makan bergizi gratis itu," imbuhnya.

Sedangkan penanganan untuk para korban, pihaknya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang untuk menanganinya.

Semua biaya di-cover Pemkab Batang, sehingga para korban tidak dibebani biaya pengobatannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menerima laporan adanya 13 siswa sekolah dasar (SD) mengalami muntah dan diare usai mengonsumsi mi goreng dari menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin 14 April 2025.

Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, hingga Selasa 15 April 2025, pihaknya sudah menerima laporan belasan siswa keracunan tersebut.

Hal itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penelusuran atas kejadian tersebut. Sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah serta penyedia makanan.

"Hingga pagi ini yang sudah melapor ada 13 siswa. Rinciannya 10 siswa dari SD Proyonanggan 5 dan 3 siswa dari SD Proyonanggan 3," kata Bambang saat dikonfirmasi, Selasa 15 April 2025.

Kasus serupa juga terjadi di tingkat taman kanak-kanak (TK), meskipun jumlahnya lebih sedikit.

Mereka menyantap makan gratis sekitar pukul 09.30 WIB di hari yang sama. Tak lama setelah itu beberapa anak dikabarkan mual hingga muntah.

 

Keluhan itu Muncul di Akun Media Sosial

Tiga murid TK Al Karomah Batang dilaporkan muntah sesaat setelah menyantap menu MGB dengan menu yang terdiri atas mi goreng, telur dadar, dan sayur.

Adi Pras, salah satu orang tua murid mengatakan, anaknya muntah saat di sekolah.

“Tadi saat mennjemput anak, di jalan cerita kalau muntah. Katanya setelah makan langsung pusing, ada tiga yang muntah dari kelas anak saya,” katanya saat dihubungi media, Senin 14 April 2025.

Ia menyebutkan, tidak hanya anaknya yang muntah, tapi juga dua murid TK lainnya.
Akibatnya, kini anaknya mengalami trauma dan enggan menyantap menu MBG di sekolahnya.

"Jadinya trauma, tidak mau makan lagi di sekolah," ucapnya.

Sementara itu, anaknya yang bersekolah di SMPN 1 Batang juga mendapat menu yang serupa.

Ia menyebutkan, jika mi gorengnya bau tapi tetap dipaksa makan. Tapi ada juga temannya yang memilih tidak makan.

Adi pun menyayangkan pihak sekolah yang tetap menyuruh anak-anak makan tanpa memeriksa kualitas makanan terlebih dahulu.

“Gurunya juga harusnya juga makan biar tahu makanannya layak atau tidak. kalau layak ya gak apa-apa, tapi ini malah bikin trauma,” ucapnya.

Ema, ibu dari salah satu murid, menceritakan anaknya terlihat pucat sejak dijemput dari sekolah. Kemudian mengeluh perutnya sakit.

“Pas berangkat itu tidak apa-apa, pulang kok pucat. Terus cerita kalau mual, lalu perutnya sakit," ceritanya.

Ia menyebut anaknya menjadi trauma. Bahkan hingga sore, tidak mau makan masakannya karena takut muntah lagi.

Jika kondisi anaknya tidak membaik sampai esok hari, ia berencana membawa ke rumah sakit.

"Kalau anak TK mending makanan kering kayak puasa kemarin menurut saya. Bisa dibawa pulang, ini pendapat saya juga lho," tuturnya.

Di sisi lain, anaknya yang mendapat menu MBG di MAN Batang tidak ada masalah.

"Kalau anak saya yang di MAN menunya gak masalah, sampai di rumah dimakan juga," jelasnya.

Sementara itu dari pihak manajemen penyedia MBG Kecamatan Batang, menanggapi keluhan di media sosial tersebut.

Hasan Al Sidiq, korlap MBG Kecamatan Batang menyebut dari pihak sekolah tidak ada komplain terkait hal yang ramai di media sosial.

Pihaknya pun langsung berinisiatif mencari informasi anak-anak yang mengalami mual-mual itu.

Sementara Dinkes Kabupaten Batang juga sudah melakukan pemeriksaan, mengambil sampel makanan.

"Bisa jadi ada yang tidak suka dengan menu yang diberikan, mungkin aroma mi dengan bawang goreng. Kami instrospeksi diri, ke depan tidak akan menggunakan mi sebagai pengganti karbohidrat lagi," tutur Hasan.

Ia bercerita kejadian terkait aroma makanan juga pernah terjadi sebelumnya.

"Ada juga cerita anak yang tidak suka ketika mencium aroma pisang. Sehingga kita mengantisipasi pisang dengan dibungkus plastik," ucapnya.

Pihaknya pun menyatakan, selalu berusaha maksimal menyediakan menu MBG untuk para siswa. Contohnya, selama bulan ramadan, susu selalu disediakan setiap hari.

"Padahal daerah lain mungkin susu tidak tiap hari, kami selalu berusaha maksimal," ucapnya. (yan/ida)

 

 

Editor : Ida Nor Layla
#mual #muntah #diare #batang #Mbg