Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Menteri Maruarar Kunjungi Perumahan di Batang, Soroti Kabel Semrawut di Udara

Riyan Fadli • Rabu, 30 April 2025 | 23:57 WIB
TINJAUAN: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait saat meninjau sebuah perumahan di Kabupaten Batang.
TINJAUAN: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait saat meninjau sebuah perumahan di Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait meninjau sebuah perumahan di Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, pada Selasa malan 29 April 2025.

Dalam kunjungannya, Ara -sapaan akrab Muruarar- mengecek kondisi fisik bangunan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dari hasil penilaian di lapangan, ia menyoroti kabel semprawut yang bergelantungan di atas. 

"Kualitas perumahan ini saya nilai 7,5, sudah bagus. Pengembang masih ada kesempatan memperbaiki bangunan lagi. Harus ada semangat kita tingkatkan lagi untuk pengembangan perumahan selanjutnya," kata Maruarar. 

Ia berharap, para pengembang di Kabupaten Batang memperhatikan kabel udara.

Perlu penataan ruang sehingga bisa nyaman dilihat dan tidak membuat kumuh perumahan.

Salah satunya dengan pemanfaatan instalasi kabel dari dalam tanah. 

Ia pun menegaskan pentingnya peran negara dalam mengawasi pengembang agar bertanggung jawab terhadap pembangunan perumahan rakyat.

"Ada juga kita temukan pengembang yang tidak bertanggung jawab. Contoh, tidak hujan saja banjir, longsor, hujan sedikit, retak-retak, dan sebagainya. Itu tidak boleh terjadi. Negara harus hadir mencegah pengembang yang tidak bertanggung jawab. Jangan cari untung dari penderitaan rakyat," tegasnya.

Selain itu, persoalan penghijauan juga menjadi catatan. Hal tersebut kurang diperhatikan pengembang untuk ikut peduli dengan alam.

"Saya minta pengembang ya, soal sampah juga. Kalau bisa ada biopori. seperti kemarin saya lihat di Kendal bagus," tambahnya. 

Maruarar menyatakan, tindakan tegas akan diambil terhadap pengembang bermasalah. Karenanya pengawasan dari berbagai pihak penting, agar tidak ada lagi pengembang nakal. 

"Tidak ada tempat untuk pengembang yang seperti itu, agar dihukum seberat-beratnya. Sudah dilaporkan ke KPK, polisi, termasuk temuan saya beberapa hari ini," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan ribuan unit rumah bagi berbagai kalangan, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan pekerja sektor informal.

"Ada 20 ribu perumahan untuk guru, 30 ribu untuk tenaga kesehatan masyarakat, bisa perawat, sopir ojek, wartawan kita alokasikan sendiri. Juga yang non-gaji seperti pedagang sayur, pedagang buah, pedagang ayam, bakso. Tahun ini total 25 ribu," jelas Maruarar.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan namun tidak bergaji tetap semakin nyata di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Negara harus hadir, pemerintah Presiden Prabowo memperhatikan. Yang tidak punya gaji tetapi punya penghasilan seperti pedagang asongan, nelayan, ini waktunya punya rumah," katanya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#maruarar siarait #perumahan #batang