METROPEKALONGAN.COM, Batang - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meresmikan Daycare atau penitipan anak gratis dan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industroplois Batang, Kamis 1 Mei 2025.
Peresmian itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh sebagai tanda jaminan dukungan untuk para pekerja.
Lokasi Daycare dan rumah perlindungan pekerja perempuan itu ada di Tower 2, Rusun KEK Industropolis.
Ahmad Luthfi pun menekankan pentingnya fasilitas Daycare di lingkungan perusahaan.
Adanya Daycare, maka orang tua yang mempunyai anak akan dimudahkan, karena sudah ada yang merawat.
Penyediaan layanan ini harus bersifat gratis untuk meringankan beban keluarga buruh.
"Bagi bapak-ibu yang kerja, tidak perlu khawatir, maka seluruh perusahaan harus punya daycare, dan tidak boleh dipungut biaya,” tegasnya.
Ia juga menyiapkan kebijakan subsidi tarif angkutan umum bagi buruh, dengan menurunkan ongkos dari Rp 2 ribu menjadi Rp 1.000.
Kebijakan ini juga akan berlaku untuk pelajar, disabilitas, dan lansia.
Ahmad Luthfi berharap, dengan adanya layanan ini dapat memudahkan akses buruh dari rumah ke tempat kerja secara lebih murah dan efisien.
“Pemerintah provinsi akan mengatur kebijakan tersebut lewat surat edaran resmi. Transportasi umum untuk buruh, pelajar disabilitas, orang tua hanya Rp 1 ribu,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan mengatakan, dari total 7.008 pekerja di dalam kawasan, sebanyak 3.730 di antaranya adalah perempuan.
Dengan jumlah signifikan tersebut, kehadiran ruang-ruang ramah perempuan menjadi kebutuhan mendesak sekaligus wujud nyata dari prinsip kesetaraan dan inklusi.
Fasilitas Daycare KEK Industropolis Batang dapat menampung sekitar 25 hingga 30 anak tanpa dipungut biaya. Sementara sifatnya layanan CSR KITB.
"Tapi kalau nanti jumlahnya bertambah banyak hingga ratusan. Kami akan berkomunikasi ke perusahaan-perusahaan untuk iuran bersama,” jelasnya.
Baca Juga: Kerjasama KITB dengan CSCEC, Terkoneksi dengan Industri China, Perluas Pasar, dan Daya Saing
Pengoperasian layanan tersebut bekerjasama dengan Yayasan Ibunda. Sehingga pengasuh mengerti caranya mengasuh anak-anak.
“Dengan fasilitas Daycare, jadi perempuan yang punya anak bisa tenang meninggalkan dibawah pengawasan pengasuh, sehingga dapat fokus bekerja,” tandasnya.(yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla