METROPEKALONGAN.COM, Batang - Rombongan 38 Biksu Thudong disambut taburan bunga oleh masyarakat Kabupaten Batang, Minggu 4 Mei 2025.
Tepatnya, di tempat persinggahan yang didirikan di perbatasan jalur Pantura Kota Pekalongan dengan Kabupaten Batang.
Ratusan orang dari berbagai organisasi sudah menunggu kedatangan Biksu dari berbagai negara yang tengah menjalankan ritual Thudong.
Asworo Palguno, ketua koordinator di Kabupaten Batang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan menyebutkan, bunga yang disiapkan seberat 300 kilogram.
Saat rombongan datang, mereka disambut meriah dengan taburan bunga-bunga.
Setelah itu, para Biksu dipersilahkan mengambil makanan ringan, buah-buahan dan minuman. Lalu duduk di tempat yang telah disediakan.
Mereka tidak singgah lama, hanya sekitar 10 menit dan melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Kabupaten Batang untuk penyambutan berikutnya.
"Yang dilakukan tadi adalah penyambutan dengan bunga. Berupa bunga setaman yang wangi dan beraneka ragam. Artinya Indonesia tidak pernah menolak perbedaan," ujarnya pada Jawa Pos Metro Pekalongan.
Ia menjelaskan jika penyambutan itu datangdari kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.
Aksi ini sebagai bentuk penyampaian untuk dunia. Jika Indonesia adalah negara yang toleran.
Masyarakatnya rukun dan tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada. Baik suku, ras, dan agama.
Penyambutan warga Batang ini menjadi among roso pemuda lintas agama dan kepercayaannya, Omah Tani Batang.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan Biksu Thudong yang akan menuju ke Borobudur. Semoga beliau di Indonesia ini nanti akan menyampaikan pesan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia rukun, penuh toleransi, dan Indonesia sebagai sumber mata air kebhinekaan untuk dunia," terangnya.
Setelah disambut di perbatasan, Biksu juga disambut Pemda Batang lewat Wakil Bupati Suyono di Pendopo Kabupaten.
Selain beristirahat, mereka juga disediakan sarapan sebagai perbekalan untuk melanjutkan perjalanan.
“Kedatangan para biksu disambut baik oleh antusias masyarakat yang menujukkan toleransi antar umat beragama dan manusia. Kami seluruh warga Kabupaten Batang hanya meminta doa kepada para biksu agar Kabupaten Batang selalu diberikan kedamaian,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran Biksu Thudong di Kabupaten Batang sangat membanggakan.
Karena pada tanggal 10 Mei 2025 harus sudah sampai di Candi Borobudur untuk merayakan Hari Raya Waisak.
“Tadi juga sempat diberi gelang dari biksu sebagai tanda kenang-kenangan mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Bhante Wawan Asal Indonesia mengatakan, para biksu merasa senang telah disambut oleh Pemkab Batang dan sepanjang perjalanan disambut para warga di Kabupaten Batang.
“Sambutan yang diberikan kepada kami sangat luar biasa. Mereka ramah dan senyum setiap berpapasan, masih seperti dulu,” ujar dia. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla