METROPEKALONGAN.COM, Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan menjumpai warganya yang tidak mau sekolah saat memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Karangasem Selatan, Jumat 9 Mei 2025.
Ia pum memaksa anak putus sekolah itu untuk kembali bersekolah. Namun, sang anak masih berkeras tidak mau sekolah.
"Tidak tahu itu (alasannya apa, Red.), diam saja ditanyain. Yang jelas kita sekolah ada Bos, kita akan fasilitasi. Saya siap membantu mensupport, kalau tidak mendapatkan biaya, kita bisa kasih beasiswa dan nanti akan kita dorong sampai bisa kuliah," ujar Bupati Faiz.
Faiz pun meminta Kepala Desa Karangasem Selatan untuk memantau sang anak.
Harus kembali ke bangku sekolahan saat tahun ajaran baru yang akan berlangsung sebentar lagi.
Pihaknya tidak mau melihat ada anak orang yang tidak mampu putus sekolah.
"Memang kita terus mendorong supaya anak-anak jangan sampai ada yang putus sekolah, selain itu kita bicara tentang indeks pembangunan manusia kita yang masih rendah terkait dengan angka lama sekolah, tapi ini bicara tentang masa depan anak," imbuhnya.
Menurutnya, jika anak punya kualitas pendidikan yang baik, potensi untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik terbuka lebar.
Meskipun tidak semua bisa menjamin anak yang kuliah masa depannya pasti baik, sehingga bisa membangun keluarga baru yang lebih baik lagi.
"Kalau dia kualitas pendidikannya tidak baik, tidak akan ada lompatan baru dalam keluarga," tegasnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga berbicara tentang PR sekitar 16 ribu RTLH Kabupaten Batang.
Tahun ini akan ada 156 RTLH yang mendapatkan bantuan untuk perbaikan. Prioritas bantuan diberikan pada keluarga yang mempunyai anak usia balita untuk mencegah stunting.
"RTLH kita sekitar Rp 2,9 miliar, kita akan memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Batang yang memang rumahnya tidak layak huni," kata Faiz.
Sementara itu, Slamet Riyadi, 42, warga yang mendapatkan bantuan mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan untuk perbaikan rumah.
Rumahnya saat ini merupakan bangunan tua yang atapnya sudah bocor dan dindingnya rapuh.
Berkaitan dengan sang anak yang tak mau sekolah, Slamet menjelaskan, dirinya sudah memaksa sang anak untuk kembali sekolah sejak satu tahun lalu.
Dulu anaknya ikut Nenek di Brebes dan bersekolah di SMPN 1 Brebes.
"Dari dulu sudah saya paksa untuk sekolah, tapi katanya males gitu. Putus sekolah satu tahun, dulu di Brebes SMPN 1 Brebes," ucapnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla