Dicurigai Mau Tawuran, Tujuh Remaja di Batang Diciduk Polisi

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 13 Mei 2025 | 06:25 WIB
KEAMANAN: Tujuh remaja saat diciduk Polisi karena kumpul pada saat tengah malam.
KEAMANAN: Tujuh remaja saat diciduk Polisi karena kumpul pada saat tengah malam.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tujuh anak yang sedang berkumpul di Jalan Letjen Soetoyo, Dukuh Kebanyon, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, diamankan oleh Tim Patroli Sabhara Polres Batang pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Tujuh anak tersebut dicurigai hendak melakukan tawuran. Polres Batang pun melakukan pembinaan kepada mereka di Mapolres Batangpada Minggu pagi 11 Mei 2025. Orang tua masing-masing anak ikut dihadirkan.

“Pembinaan ini sebagai bentuk pendekatan humanis. Kami ingin anak-anak yang masih usia dini ini tidak salah arah dalam pergaulannya. Kehadiran orang tua menjadi penting agar pengawasan dan pendampingan bisa terus dilakukan di rumah,” kata Kasat Binmas Polres Batang AKP Darmanto.

Ketujuh anak yang diamankan berasal dari dua kelompok berbeda, yakni kelompok Kebanyon dan Kelompok Pekuncen.

Ada juga dua anak yang tidak tergabung dalam kelompok manapun, namun turut diamankan karena berada di lokasi. Mereka berusia 12 hingga 15 tahun, berasal dari beberapa sekolah, SMP Negeri dan MTs.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, meski tidak ditemukan barang bukti berbahaya, keberadaan para remaja tersebut di lokasi dengan waktu yang tidak wajar. Hal itu memunculkan kekhawatiran akan potensi aksi tawuran yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Usai kegiatan pembinaan, para remaja diminta membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Dalam suasana haru, mereka diminta sungkem dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada orang tua masing-masing.

“Langkah ini kami lakukan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan menghormati orang tua. Ini juga menjadi momen refleksi agar mereka bisa lebih bijak dalam memilih pergaulan,” ujar AKP Darmanto.

Polres Batang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap perilaku remaja, guna mencegah potensi konflik dan kenakalan remaja.

“Pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan bersama, baik oleh keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
batang remaja tawuran