Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Petani di Gringsing Batang Berburu Tikus dengan Belerang, Efektif Bunuh Hama di Sarangnya

Riyan Fadli • Sabtu, 31 Mei 2025 | 03:35 WIB
PENGOMPRONGAN: Petugas Hama dan Penyakit bersama petani saat berburu tikus di sawah.
PENGOMPRONGAN: Petugas Hama dan Penyakit bersama petani saat berburu tikus di sawah.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Warga di Kecamatan Gringsing kini punya metode efektif untuk membasmi hama tikus di sawah. Caranya dengan pengasapan menggunakan bubuk belerang.

Petugas Hama dan Penyakit Kecamatan Gringsing, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Iqbal Trianggana mengatakan, cara ini terbilang efektif membunuh tikus langsung di sarangnya.

Kali ini Koran Jawa Pos Metro Pekalongan ikut berburu tikus bersama petugas dan Gapoktan Tunggorono, Desa Sidorejo.

"Hama tikus di Kecamatan Gringsing ini sudah menyeluruh ke bagian utara, Desa Sidorejo, Yosorejo, dan Kebondalem. Nah ini ada pengendalian hama serempak ngomprong belerang," ucap Iqbal.

Tiap ada lubang tikus, sekam padi ditabur di dalam lubang, kemudian ditambahkan belerang secukupnya.

Sekam dan belerang itu kemudian disembur menggunakan alat pembakar yang disiapkan.

Asap memenuhi lubang, lubang-lubang lain yang terhubung pun mulai mengeluarkan asap. Ada yang berjarak hingga 1 meter. 

Ia menjelaskan, tikus-tikus kecil akan mati di dalam lubang. Sementara yang besar-besar akan keluar karena masih punya tenaga untuk bertahan hidup.

Benar saja, satu tikus berukuran besar pun tiba-tiba keluar dari lubang lain yang mengeluarkan asap.

Hewan pengerat ini langsung kejang-kejang dan disambut dengan pukulan tongkat oleh Iqbal.

"Setengah jam ini kita sudah dapat lima tikus, tapi yang di dalam lubang kan mati di dalam, kita tidak tahu jumlahnya," imbuhnya.

Satu tabung gas 3 kilogram biasanya bisa dipakai untuk setengah hari jika digunakan nonstop.

Pengomprongan belerang ini selain dilakukan bersama petugas hama, para petani juga melakukannya secara mandiri.

Selain itu, tikus-tikus biasanya keluar untuk mencari makan pada malam hari. 

Pembasmian ini dilakukan untuk memastikan populasi hama benar-benar berkurang sebelum dilakukan penanaman padi.

Serangan hama tikus menjadi permasalahan utama bagi petani karena dapat menyebabkan kerugian signifikan jika tidak ditangani dengan baik. 

Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat diperlukan agar pertumbuhan padi dapat berlangsung optimal dan menghasilkan panen yang memuaskan.  

Iqbal menyebut dengan metode tersebut potensi serangan hama tikus di Gringsing mulai menurun.

Hal ini menjadi harapan bagi para petani agar populasi hama terus berkurang, sehingga mereka bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik di masa mendatang.  

“Masalah utama petani adalah hama tikus yang sangat merugikan. Apalagi nanti ada penebaran benih padi sebelum tanam, jadi langkah ini untuk mencegah agar hasil panen tidak terganggu,” pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#membasmi #padi #petani #belerang #hama #tikus