Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

100 Hari Faiz-Suyono Pimpin Kabupaten Batang, Ciptakan Lima Zona Strategis Pengembangan Daerah

Riyan Fadli • Minggu, 8 Juni 2025 | 23:54 WIB
PEMBANGUNAN: Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wakilnya Suyono dalam momentum 100 hari kerjanya.
PEMBANGUNAN: Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wakilnya Suyono dalam momentum 100 hari kerjanya.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono sukses menjalani 100 hari kerjanya.

Fase 100 hari kerja merupakan awal perjalanan pasangan pemimpin dalam membangun Kabupaten Batang menjadi lebih baik.

Berbagai program kerja telah dijalankan Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan Wabup Batang Suyono, dengan tantangan efisiensi anggaran. 

Kecamatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan daerah agrowisata. 

Kemudian, ada enam daerah yang dimasukkan dalam zona industri. Yaitu Gringsing, Banyuputih, Limpung, Subah, Tulis, Bandar.

Berbagai macam program perindustrian hingga investasi industri akan dititikberatkan pada daerah-daerah tersebut.

Hal ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok industri dengan konsep ramah lingkungan. Sesuai dengan program Batang Clean Industrial City.

Selanjutnya zona bahari yang dipusatkan pada Kecamatan Batang dan Kandeman.

Dua daerah tersebut saat ini menjadi daerah penghasil sektor perikanan cukup besar di Kabupaten Batang.

Karenanya, produktivitas kawasan pesisir akan terus ditingkatkan sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Lalu Kecamatan Bandar yang dikukuhkan menjadi zona pendidikan. Daerah tersebut akan menjadi fondasi peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja.

Tentunya dengan program yang relevan dengan kebutuhan industri.

Terakhir ada zona pemerintahan di Kecamatan Batang. Daerah ini bakal ditata senyaman mungkin sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik yang efisien.

Keseriusan program ini bisa dilihat dengan Alun-Alun Batang sebagai wajah kota yang sudah bersih dan rapi.

Para pedagang berhasil ditertibkan sejak 1 Juni 2025 tanpa ada keributan.

"100 hari kerja memang skala prioritas terkait tata kota mulai dengan Alun-Alun sebagai ruang terbuka hijau," ujar Bupati Faiz.

Selain itu, efisiensi belanja APBD berhasil dilakukan hingga Rp 66,8 miliar. Ada lima sektor yang menjadi prioritas untuk dioptimalkan.

Mulai infrastuktur dan sanitasi yang meliputi perbaikan jalan, trotoar hingga saluran air yang dapat alokasi Rp 15,7 miliar.

Lalu bidang kesehatan dengan anggaran Rp 15,9 miliar untuk menjaga program UHC, pengadaan obat hingga pengelolaan persampahan. 

Sektor pendidikan juga dapat perhatian khusus denngan anggaran Rp 7,6 miliar untuk perbaikan ruang kelas hingga beasiswa.

Lalu pengendalian inflasi dan ketahanan pangan dapat alokasi hingga Rp 7,8 miliar untuk menjaga stabilitas pangan dan monitoring investasi.

Sementara sektor lain dapat Rp 19,8 miliar untuk penegakan perda, optimalisasi ketenagakerjaan dan lainnya.

"Efisiensi APBD menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penyediaan infrastruktur dan mengurangi kemiskinan," tegasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#alun-alun #100 hari kerja #bupati batang #batang