Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tingkatkan Produktivitas, Petani di Batang Diedukasi Pembibitan Tembakau Berkualitas

Riyan Fadli • Kamis, 12 Juni 2025 | 06:26 WIB
PERTANIAN: Para peserta pelatihan praktek melakukan pembibitan tanaman tembakau yang baik.
PERTANIAN: Para peserta pelatihan praktek melakukan pembibitan tanaman tembakau yang baik.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Para petani di Desa Kemesu dan Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, melakukan edukasi tentang pembibitan tembakau yang baik.

Hal ini dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman tembakau di wilayah Kecamatan Reban.

Kegiatan tersebut merupakan agenda dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapelran) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). 

Petani di Desa Kemesu baru tiga tahun ini menanam tembakau setelah sebelumnya berhenti bertani tembakau sejak berpuluh-puluh tahun.

Cuaca di daerah Kecamatan Reban dianggap cocok untuk pertanian tembakau, terutama untuk pengolahan pasca panen.

Selama ini justru banyak petani di Kecamatan Bawang yang memanfaatkan Kecamatan Reban untuk pengolahan pasca panen. 

"Bimtek ini ke depannya bisa memacu petani tembakau benar-benar berbudidaya yang baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani tembakau," kata Herfandi Setiawan, PPL Wilayah Desa Kemesu Kecamatan Reban, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Rabu 11 Juni 2025. 

Ia menjelaskan, potensi pertanian tembakau di Kecamatan Reban cukup bagus. Baik dari segi penjualan, lokasi, hingga proses pembudidayaan.

Karenanya materi pelatihan yang digelar sejak Selasa 10 Juni 2025 hingga Kamis 12 Juni 2025 ini disesuaikan antara materi dan praktek.

Seperti budidaya tanaman tembakau yang baik dan benar, praktik di lapangan langsung pembuatan persemaian benih, pupuk organik, pestisida nabati, dan lain sebagainya.

"Harapannya para peserta bisa memantapkan lagi dalam berbudidaya tanaman tembakau yang baik dan benar," tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemateri kegiatan, Suripto, praktisi pertanian tembakau di Kecamatan Bawang menjelaskan bahwa pertanian tembakau di Kecamatan Reban cukup menjanjikan.

Hasil panen di sana bisa mencapai 5 ton hingga 5,5 ton per hektarenya. 

"Saat ini kita praktek langsung dengan petani, gimana caranya biar petani secara langsung melakukan sendiri. Harapannya petani kan gimana cara membibit tembakau yang bagus. Itu kan diawali dengan pembenihan," tegasnya.

Peserta pelatihan, Mistari menyampaikan, menyebut pada tahun 1960 sebenarnya disini banyak yang menjadi petani tembakau.

Tapi setelah tahun 1980 mulai beralih ke tanaman yang lain karena kurangnya pelatihan seperti ini.

“Dengan adanya Bimtek budidaya tanaman tembakau kami para petani sangat terbantu ilmu yang diberikan seperti pembibitan dan cara peningkatan produktivitas tembakaunya,” ujar dia. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#tembakau #cukai #petani #batang