METROPEKALONGAN.COM, Batang- Kasus dugaan pencabulan pada tiga anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Batang.
Para orangtua korban langsung mengadukan peristiwa itu ke Kepolisian Resor (Polres) Batang.
Kekerasan seksual itu ditengarai dilakukan oleh seorang pria paruh baya. Parahnya lagi, tiga korban masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Awalnya saya tahu dari cerita anak saya, katanya gak mau ngaji lagi karena najis sudah di pegang-pegang," kata seorang ibu korban berinisial W di Polres Batang.
W bercerita awalnya tidak begitu mengerti cerita anaknya dan tetap membujuknya untuk mengaji.
Semula, dia hanya beranggapan bahwa pria yang merupakan tetangganya hanya sekadar menyentuh anaknya karena gemas dan sebagainya.
Hingga suatu hari, kampungnya geger karena ternyata ada tiga anak perempuan yang mengalami nasib serupa.
W pun kembali bertanya pada anaknya dan mendapat pengakuan bahwa pipi anak perempuannya itu dicium lalu bagian sensitif anaknya juga dipegang.
Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku memberi korban uang Rp 5 ribu.
"Peristiwa itu tertangkap CCTV di tempat pengajian yang lokasinya di sebelah masjid. Jadi ada buktinya, Tapi yang ada rekamannya cuma anak saya, lainnya tidak tertangkap cctv,"jelasnya pakai bahasa jawa.
Pihaknya pun berharap pihak kepolisian melakukan tindakan hukum pada terduga pelaku tersebut.
W bercerita bahwa peristiwa itu sudah sampai ke tingkat desa, tapi pihak keluarga terduga pelaku tidak memenuhi undangan warga.
Baca Juga: Guru Bejat Tega Cabuli Dua Siswi SD di Kendal Resmi Ditahan, Begini Pengakuannya
Kasatreskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi membenarkan sudah menerima aduan tersebut.
"Nanti kami telaah dulu, yang pasti kalau tindak asusila tidak ada ampun," katanya saat dikonfirmasi Sabtu (14/6/2025). (yan/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan