Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pantura Batang Dilumpuhkan, 1.500 Unit Truk Blokade Jalan

Riyan Fadli • Jumat, 20 Juni 2025 | 22:43 WIB
DEMO: Suasana aksi para sopir truk di Jalur Pantura Batang yang memarkirkan kendaraannya di tengah jalan.
DEMO: Suasana aksi para sopir truk di Jalur Pantura Batang yang memarkirkan kendaraannya di tengah jalan.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Aksi unjuk rasa ribuan sopir truk se Batang untuk menolak larangan over Dimension Over Loading (ODOL) membuat arus lalu lintas di Jalur Pantura Batang terhenti total pada Jumat 20 Juni 2025.

Para sopir truk memblokade jalan sebagai bentuk protes terhadap rencana pengesahan Undang-Undang ODOL.

Ada sekitar 1.500 unit truk dikerahkan untuk mengikuti unjuk rasa ini.

Para pengguna jalan pun harus melewati jalur alternatif untuk bisa melintas ke arah Semarang dan Jakarta.

Mobil-mobil diarahkan melewati gerbang tol Weleri dan gerbang tol Kandeman.

Massa sopir truk menggelar aksi di sekitar Jembatan Timbang Subah.

Baca Juga: Gelar Demo dan Audiensi di Pemkab Pekalongan, Warga Desa Wuled Kecewa Kades Wasduki Tak Dihadirkan

Perwakilan pendemo, Nurkholis menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan solidaritas untuk sesama sopir.

“Pesertanya 1.500-an dari seluruh tingkat kecamatan di Kabupaten Batang. Truk lokal, truk luar kota berkumpul semua di sini. Karena kita sebagai solidaritas kepada sopir-sopir yang lainnya,” terangnya.

Mereka membawa perintah untuk mencabut aturan dan larangan truk odol beroperasi di jalan. Juga menuntut tidak adanya penindakan terhadap truk odol di Kabupaten Batang.

“Umpama memang harus ada peraturan odol, kita menuntut untuk dari pihak pemerintah itu mengadakan pertemuan kepada salah satu yaitu dari CV, dari PT bahkan sampai ke pedagang,” imbuhnya.

Menurutnya, sebenarnya pengemudi tidak ada yang ingin membawa muatan berlebih dengan dimensi truk yang juga berlebih.

Namun, mereka tetap memaksakan diri demi mendapatkan penghasilan. 

"Kalau masalah merugikan, justru sangat merugikan sebetulnya. Kalau memang pemerintah bisa menangani atau menanggulangi hal yang tadi saya katakan kita malah sejahtera. Muatan lebih enteng kita lebih sejahtera," terangnya.

Perwakilan peserta aksi sempat melakukan audiensi dengan Aparat Kepolisian.

Hasilnya ada beberapa usulan yang disepakati dan akan disampaikan kepada pemangku kebijakan.

Baca Juga: Tidak Segera Dicairkan, Ribuan Nasabah BMT Mitra Umat Giliran Demo Pemkot Pekalongan, Ini Hasilnya

Namun demikian, para pendemo tetap tidak mau membubarkan diri.

Mereka menuntut kehadiran anggota dewan, serta Bupati atau Wakil Bupati untuk menandatangani nota tuntutan.

Sementara itu, Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana menjelaskan bahwa pihaknya mencoba berkomunikasi dengan para pengemudi lewat audensi.

Baca Juga: Tak Ada Demo di Hari Buruh, Pemkab Batang dan Buruh Tasyakuran Potong Tumpeng Bersama

Berkaitan dengan arus lalu lintas, memutar jalur-jalur yang mengarah ke lokasi aksi.

Pihaknya juga melakukan contraflow agar masyarakat tetap bisa beraktivitas melalui jalan Pantura di Kabupaten Batang. 

Massa pun membubarkan diri sekitar pukul 2 siang.

Baca Juga: Siswa SMAN 3 Kota Pekalongan Lakukan Unjuk Rasa, Tuntut Jatuhi Sanksi untuk Oknum Guru BK Terduga Pelaku Pelecehan

"Untuk mengurangi kepadatan di sini kita alihkan ke pengemudi truk lainnya untuk masuk ke arah tol. Sehingga tidak ada kemacetan," tegasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#demo #sopir truk #batang