Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hanya Hujan Semalam, Rumah Warga Kalipucang Wetan Langsung Terendam dan Cepat Surut

Ida Nor Layla • Minggu, 6 Juli 2025 | 06:00 WIB
CEPAT SURUT : Kondisi wilayah permukiman di Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang saat kondisi sudah surut pada Sabtu 5 Juli 2025.
CEPAT SURUT : Kondisi wilayah permukiman di Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang saat kondisi sudah surut pada Sabtu 5 Juli 2025.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Hujan semalaman pada Kamis 3 Juli 2025, sudah langsung merendam rumah Hanis dan keluarganya di Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Meski sehari pada Jumat 4 Juli 2025 sudah surut.

Padahal dulu, banjir hanya terjadi saat musim hujan lebat yang berlangsung beberapa hari.

Namun sejak 2019, intensitas banjir meningkat. Bahkan hanya dengan hujan semalaman, air sudah bisa masuk ke dalam rumah.

“Dulu banjir baru datang, jika musim hujan dengan intensitas hujannya berhari-hari. Tapi sejak 2019, hujan satu malam saja sudah menyebabkan air masuk ke rumah-rumah,” kata Hanis, warga yang telah tinggal di Kalipucang Wetan selama lebih dari 20 tahun.

Dalam setahun, banjir bisa terjadi dua hingga tiga kali, terutama pada musim hujan.

Ketinggian banjir tak main-main, bahkan pernah mencapai sepinggang orang dewasa.

Hal ini menjadikan rumah-rumah warga termasuk milik Hanis mengalami kerusakan.

Terutama pada bagian dinding yang terus-menerus lembab dan rusak akibat genangan air yang berulang.

Selain kerusakan fisik, dampak yang paling dirasakan keluarga Hanis adalah terganggunya aktivitas sehari-hari.

Saat banjir datang, semua kegiatan nyaris lumpuh, mengganggu aktivitas kerja hingga aktivitas rumah tangga.

“Yang paling terasa itu aktivitas sehari-hari terganggu. Anak sekolah susah, kami juga kesulitan bekerja,” ungkapnya.

Setiap kali hujan deras mengguyur, Hanis dan keluarganya kini sudah terbiasa.

Mereka pun menaikkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, menyimpan persediaan makanan, dan mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Meski kondisi kian sulit, Hanis tetap memilih bertahan.

Ia tetap tinggal di rumah itu untuk merawat sang kakek yang sudah lanjut usia dan tidak ingin meninggalkan rumah yang penuh kenangan.

“Saya masih bertahan karena harus menjaga kakek. Rumah ini juga sudah kami tempati sejak lama,” katanya.

Hanis berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membenahi sistem drainase dan saluran air di lingkungannya.

“Kalau saluran air bisa diperbaiki, mungkin banjir bisa lebih cepat surut dan gak sampai masuk ke rumah terus-menerus,” tutupnya. (chilyatulashfiya/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#langganan banjir #Kalipucang Wetan Batang #Kabupaten Batang