METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menegaskan siap meminimalisir risiko longsoran tanah di ruas jalan utama penghubung Plelen–Kedawung.
Longsoran tanah menutup sebagian besar jalur vital menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Triossy Juniarto, melalui Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan, Endro Suryono, menjelaskan, sikap tegas pemerintah ini bukan tanpa sebab.
Baca Juga: Kerugian Akibat Bencana Longsor dan Banjir Bandang Kabupaten Pekalongan Capai Rp 473 Miliar
Pada Minggu pagi 29 Juni 2025, puluhan warga Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, nekat memblokade jalan penghubung Plelen–Kedawung.
Aksi blokade dilakukan dengan cara menanam pohon sengon dan rumput liar di tengah badan jalan, sebagai bentuk protes terhadap kerusakan yang tidak terus diperbaiki.
Desa Ketanggan sendiri merupakan wilayah penyangga proyek strategis nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.
Oleh karena itu, kondisi jalan menjadi urat nadi mobilitas warga sekaligus industri logistik.
Sementara itu, longsoran tanah yang menutup jalan bukanlah kejadian pertama. Aksi serupa sempat terjadi tahun lalu.
Longsoran diduga akibat aktivitas penambangan tanah oleh perusahaan yang beroperasi di lahan milik perusahaan daerah.
Baca Juga: Peduli Kabupaten Pekalongan, IKA Smanka Sokong Alat Pembersihan Bahan Longsor dan Banjir
Aktivitas penambangan itu memperparah kerusakan jalan, terutama di musim hujan. Sehingga lumpur menutup sebagian besar jalan, sementara drainase di sana memang belum memadai.
Kondisi jalan yang licin dan penuh lumpur membuat pengguna jalan was-was melintas, terutama saat hujan.
“Kami dari DPU PR Minggu langsung kirim alat berat untuk membersihkan-bersih lumpur. Selama proses pembersihan, jalan memang sempat ditutup sementara sampai lumpur dibersihkan,” terang Endro, Jumat 4 Juli 2025.
Endro menambahkan, Pemkab Batang melalui Bupati M Faiz Kurniawan sudah mengalokasikan anggaran untuk menata lahan di sekitar lokasi longsoran.
Pelaksanaan penataan lahan itu dimulai pertengahan atau akhir Juli 2025.
“Mudah-mudahan setelah itu tidak akan terjadi longsor lagi,” tegas Endro.
Baca Juga: Satu Korban Longsor Petungkriyono Belum Ditemukan, Diduga Berada di Beda Lokasi
Saat ini, pemerintah masih dalam tahap perencanaan teknis.
Namun, Endro memastikan pemerintah daerah serius mengatasi permasalahan yang merugikan masyarakat dan mengganggu jalur strategis menuju KEK Batang. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla