METROPEKALONGAN.COM, Batang - Akhir tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang akan mulai proses revitalisasi Alun-Alun Batang.
Anggaran sekitar Rp 800 juta bakal digunakan untuk menata sebagian kecil dari keseluruhan rancangan revitalisasi.
Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah menjelaskan, fokus pada tahap awal ini adalah penataan area pohon beringin.
"Prosesnya dimulai tahun ini melalui anggaran di penetapan APBD 2025. Nilainya sekitar Rp 800 juta, dimulai dari penataan sekitar pohon beringin. Pagarnya kita bongkar biar terlihat pohonnya dan menata di sekelilingnya," katanya Selasa 8 Juli 2025.
Meski begitu, pihaknya belum bisa menyebutkan angka secara pasti untuk keseluruhan proyek revitalisasi besar-besaran ini.
Perkiraannya, proyek ini bisa menelan anggaran hingga belasan miliar rupiah. Untuk tahap awal, bagian tengah alun-alun menjadi perhatian.
Gambarannya nanti, setelah pagar yang mengelilingi pohon beringin dibongkar, ada lampu yang menyorot ke pohon beringin dari bawah.
Dengan demikian, pohon beringin terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian.
"Baru tahun depan nanti, desainnya kita detailkan melalui RAB dan DED, baru muncul nominalnya," imbuhnya.
Sementara secara keseluruhan, dari desain yang dibuat, seluruh bangunan di alun-alun akan dibongkar.
Seperti dua pos di utara alun-alun, selter pedagang, toilet umum, patung hewan, pilar dan tulisan Batang, hingga pagar pohon beringin.
Para pedagang nantinya akan dipindahkan ke Asrama Polri di sebelah timur alun-alun.
"Pemindahan para pedagang nanti bertahap, artinya kita siapkan dulu tempatnya yang di Asrama Polri itu. Kemudian setelah mereka tertampung di tempat yang baru kami bisa menata lebih maksimal lagi," tegasnya.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan sebelumnya menjelaskan, alun-alun akan benar-benar dijadikan sebagai ruang terbuka hijau.
Dengan demikian, nyaman untuk berolahraga dan berkumpul dengan keluarga.
Tidak ada lagi pedagang liar yang ada di area terlarang. Juga tidak ada pemandangan kumuh di area pusat kota tersebut.
"Memang, alun-alun ini konsepnya menjadi benar-benar ruang terbuka yang mendukung aktivitas masyarakat. Baik itu olahraga, berkumpul bersama keluarga, yang memberikan kenyamanan untuk masyarakat untuk menjadi ruang publik bersama," tegasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla