Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Setahun Pasca Gempa Bumi, Kini Batang Punya Puluhan Desa Tangguh Bencana

Riyan Fadli • Kamis, 10 Juli 2025 | 02:07 WIB
Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah.
Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Satu tahun pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Batang, BPBD Kabupaten Batang kini punya Desa Tangguh Bencana (Destana).

Tahun lalu, gempa mengguncang pada 7 Juli 2024. Para relawan dibentuk untuk kesiapsiagaan dan mengetahui potensi kebencanaan di wilayahnya.

“Pembentukan Destana dilakukan sebagai upaya mempercepat respon masyarakat saat terjadi bencana, sekaligus memperkuat kewaspadaan potensi bencana di masing-masing wilayah,” kata Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah.

Hingga pertengahan 2025, sudah lebih dari 20 desa di Kabupaten Batang yang ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana.

Pihaknya menginginkan setiap warga, khususnya yang tinggal di zona rawan gempa dan tanah longsor, punya pemahaman dan keterampilan menghadapi bencana.

Program pembentukan Destana ini mencakup pelatihan evakuasi mandiri, penyusunan peta risiko desa.

Pembentukan tim siaga bencana berbasis masyarakat minimal berisi 30 relawan, serta simulasi penanganan darurat.

“Beberapa desa yang sudah aktif menjalankan program ini antara lain Desa Pranten, Desa Gerlang, Desa Tumbrep, dan Desa Wonobodro,” terangnya.

Wawan menyebutkan, pengalaman sendiri dampak gempa tahun lalu, sadar bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari masing-masing desa.

Supaya desa bisa mengidentifikasi potensi bahaya bencana apa di setiap wilayah.

“Pemkab Batang menargetkan seluruh desa yang berada di zona rawan bencana dapat menjadi bagian dari program Destana, demi mewujudkan Batang sebagai kabupaten tangguh bencana yang berbasis pada kekuatan lokal,” ujarnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#gempa #batang #bencana