Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

10 Napi Lapas Kelas IIB Batang Hafal 30 Juz Alquran Diwisuda

Magang • Jumat, 25 Juli 2025 | 02:35 WIB
WISUDA KHATAM ALQURAN : Prosesi wisuda para Napi yang menjadi santri dan menghafal Alquran di Lapas Kelas IIB Batang.
WISUDA KHATAM ALQURAN : Prosesi wisuda para Napi yang menjadi santri dan menghafal Alquran di Lapas Kelas IIB Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang mewisuda 10 nara pidana (Napi) santri penghafal Alquran.

Walaupun di penjara, mereka berhasil menghafalkan 30 juz. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam akhirusanah santri Darut Taubah, Rabu 23 Juli 2025.

Kesepuluh santri warga binaan tersebut didampingi langsung oleh keluarga masing-masing.

Mereka juga mendapatkan bantuan sosial serta penghargaan dari pihak lapas dan mitra lembaga terkait.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan perubahan positif selama masa pembinaan.

Kepala Lapas Batang, Nur Hamdan menyebutkan, program ini menjadi ruang pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, termasuk lewat kegiatan Pesantren Darut Taubah.

“Saat ini kami memiliki 418 warga binaan. Alhamdulillah, 74 orang mengikuti program santri. Dari jumlah itu, 10 orang hari ini diwisuda karena telah menghafal satu juz. Harapannya, ke depan bukan hanya 10, tapi bisa 100 orang, bahkan sampai 30 juz,” ujarnya.

Program Lapas Bersinar dan akhirusanah santri ini diharapkan mampu menjadi tonggak transformasi Lapas Batang dari sekadar tempat menjalani hukuman menjadi wadah pembinaan menyeluruh.

Warga binaan yang menjalani rehabilitasi dan pembinaan keagamaan memiliki peluang lebih besar untuk tidak kembali terjerat kasus narkoba saat kembali ke lingkungan masyarakat.

Program pembinaan moral ini tidak lepas dari program rehabilitasi sosial. Program tersebut juga bekerjasama dengan BNNK Batang sebagai asesor komselor.

Kepala BNN Kabupaten Batang, Suyanto Raharjo, menyebutkan, program rehabilitasi sosial di Lapas Batang memberikan dampak positif terhadap pembinaan warga binaan.

“Dulu Lapas identik dengan tempat yang tidak terkontrol dalam peredaran narkoba. Sekarang, dengan adanya program ini, warga binaan mendapatkan edukasi, sosialisasi, serta pembinaan hardskill dan softskill,” jelasnya.

Menurut Suyanto, pembinaan tidak hanya menyasar aspek keterampilan, tapi juga penguatan mental dan spiritual. Salah satunya dengan pembelajaran keagamaan.

“Bagi yang Muslim, mereka bisa lebih mendalami agama, menjalankan kewajiban, dan bahkan menjadi panutan ketika kembali ke masyarakat,” tandasnya. (yan/chilyatulashfiya/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Hafal Alquran 30 Juz #Lapas II B Batang #Pesantren Darut Taubah