METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabupaten Batang mempunyai potensi ekonomi Batang dari sektor UMKM yang dinilai sangat besar.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang agar para pelaku usaha itu bisa naik kelas.
Pihaknya juga diperintahkan untuk mengidentifikasi lima UMKM unggulan yang siap ekspor.
“Batang ini punya potensi luar biasa. Saya minta Pak Bupati bisa memilih minimal lima UMKM yang produknya siap ekspor. Nanti kami bantu fasilitasi untuk business match dengan perwakilan dagang di luar negeri,” katanya dalam acara bersama ritel modern di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat 25 Juli 2025.
Ia mencontohkan program Desa Ekspor, yang saat ini tengah digencarkan Kemendag untuk menggali potensi hingga pelosok desa.
Karenanya produk-produk di Kabupaten Batang ikut digenjot agar bisa ikut mengikuti perkembangan zaman.
“Kita tidak perlu membuat produk baru, tapi kita membantu standarisasi, desain kemasan, kualitas. Supaya produk yang sudah ada bisa naik kelas dan ekspor,” katanya.
Selain membuka pasar melalui kerja sama bilateral seperti Indonesia-Jepang (IJEPA) dan Indonesia-Kanada, Budi juga mengingatkan pentingnya mengisi pasar domestik dengan produk lokal.
“Jangan sampai rak-rak di ritel modern dipenuhi barang impor. Produk UMKM harus mendominasi, tentu dengan kualitas yang layak jual dan bersaing,” tegasnya.
Selain itu, Budi juga merasakan tantangan masa lalu ketika kehadiran ritel modern yang dianggap sebagai ancaman bagi toko kelontong.
Namun demikian, Kementerian Perdagangan sejak awal telah membangun skema kemitraan antara toko kelontong dan jaringan ritel modern.
Skema ini tidak hanya berupa pasokan barang, tetapi juga pelatihan manajemen dan digitalisasi.
Baca Juga: Bikin Izin Makin Gampang, Pemkot Pekalongan Punya Jurus Baru Buat Naikkan Kelas Pelaku UMKM
Tujuannya, agar toko-toko kecil mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks.
“Kita sekarang masuk era hybrid atau omni-channel, di mana toko offline juga harus bisa melayani penjualan online. Bahkan toko pasar rakyat sekarang kami ajari jualan lewat digital,” terangnya.(yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla