Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kakak Beradik Ditemukan Tewas Mengambang di Pantai Sigandu, Sang Ibu Menghilang

Riyan Fadli • Kamis, 31 Juli 2025 | 00:18 WIB
TENGGELAM: Aparat Kepolisian bersama tim SAR saat mengevakuasi mayat korban di Pantai Sigandu.
TENGGELAM: Aparat Kepolisian bersama tim SAR saat mengevakuasi mayat korban di Pantai Sigandu.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Penemuan mayat bayi di area Pantai Sigandu bikin geger warga sekitar, Rabu 30 Juli 2025.

Mayat yang diperkirakan berusia 2 sampai 3 tahun itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh pengunjung kafe tepi pantai.

Lokasi penemuannya masuk wilayah Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang melalui Kepolsubsektor Kandeman, IPDA Sri Widadi menjelaskan, jenazah berjenis kelamin perempuan.

Saat itu pengunjung melihat ada benda seperti mayat anak. Saat didekati ternyata benar.

Mayat tersangkut di pohon cemara yang roboh. Saksi kemudian melapor ke pengelola kafe. Kemudian pengelola kafe langsung lapor ke pihak Kepolisian.

Pihak Polairud dan tim SAR pun melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan.

Korban kedua pun ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, tak jauh dari lokasi penemuan pertama. 

Dokter Jaga Kamar Mayat RSUD Batang, dr Gleni Wening menjelaskan, kematian korban karena tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuhnya.

"Diperkirakan tenggelam. Kakak beradik, karena tadi bapaknya tadi ke sini, (ibu bersama dua anak, Red.) pergi sendiri bersama ibunya. Ibunya ada seperti linglung di sana. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," terangnya. 

Ayah korban, M Aziz Tholib, 31, menyebutkan, istrinya bertingkah aneh sejak dua hari lalu.

Sampai akhirnya ia pergi pada hari Rabu 30 Juli 2025 waktu Subuh membawa dua anaknya.

Sang istri pergi tanpa membawa ponsel dan mengendarai sepeda motor suaminya Honda Beat.

"Sebelum berangkat sang istri sempat bertanya, besok kerja gak pak? Aku kok ra penak karo sampean. Gak enak kenapa wis lah ayo shalat," ucapnya. 

Saat suami salat Subuh itulah, istri yang bernama Vivit Margiantiningsih, 31, langsung pergi membawa kedua anaknya yang bernama Hafidhoh Azzahra 6 tahun, dan Hana Hasinah 3 tahun.

Keberadaan Vivit masih menjadi misteri, karena masih dalam pencarian. Sebelumnya warga sempat menjumpai Vivit dan memotretnya, namun ia kembali menghilang. 

Ketua RT setempat, Sukardi mengatakan, keluarga tersebut dikenal baik dan tidak memiliki persoalan mencolok di lingkungan.

“Aziz itu orangnya kalem, pekerja keras. Kami semua kaget mendengar kabar ini,” ujarnya.

Sementara itu, jenazah kedua anak korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Pihak keluarga kini hanya berharap Pipit segera ditemukan dalam keadaan selamat agar bisa mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik kepergian dirinya dan dua anaknya ke pantai pada pagi hari.

“Kami mohon doanya dari masyarakat agar istri saya segera ditemukan,” ujar Aziz. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#sigandu #bayi #batang