Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri di Pantai Sigandu, Sang Ibu Malah Selamat

Riyan Fadli • Jumat, 1 Agustus 2025 | 02:58 WIB
LINGLUNG: Ibu korban saat ditemukan di dalam toilet portabel do area Pantai Sigandu.
LINGLUNG: Ibu korban saat ditemukan di dalam toilet portabel do area Pantai Sigandu.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Geger penemuan dua mayat bocah di Pantai Sigandu mulai menemukan titik terang.

Hal ini setelah sang ibu yang sebelumnya diketahui bersama dua anak itu ditemukan.

Vivit Margiantiningsih, 31, warga Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, ditemukan di dalam toilet portabel yang ada di area kawasan Pantai Sigandu. Kondisinya linglung. 

Pihak Kepolisian mengungkap adanya dugaan bahwa Vivit berniat melakukan bunuh diri bersama dua anaknya Hafiza Latifatuz Zahra, 6, dan Hana Hasinah, 3.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, setelah melakukan pemeriksaan terhadap Vivit.

"Iya, ada niat bunuh diri bersama kedua anaknya," kata AKP Imam kepada wartawan, Rabu 30 Juli 2025 malam, usai proses otopsi jenazah kedua bocah korban.

Jenazah keduanya ditemukan mengapung di bibir Pantai Sigandu dalam jarak yang tak begitu jauh.

Sekitar 30 meter pada Rabu pagi 30 Juli 2025 oleh warga sekitar yang sedang beraktivitas.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, peristiwa bermula pada Rabu subuh sekitar pukul 05.00 WIB.

Vivit mengajak kedua anaknya yang masih tertidur pergi dari rumah menuju Pantai Sigandu dengan menggunakan sepeda motor. 

Anak bungsunya, Hana, digendong menggunakan selendang, sementara Hafiza duduk di bagian depan jok motor.

Sesampainya di pantai, Vivit memarkirkan sepeda motornya di dekat pantai dan langsung membawa kedua anaknya masuk ke arah laut. 

Hana tetap digendong, sementara Hafiza dibopong dengan tangan dalam kondisi tertidur.

Pipit kemudian berjalan perlahan ke tengah laut hingga mencapai titik di mana kakinya tak lagi menapak dasar pasir.

Setelah sampai di kedalaman yang cukup dalam, Pipit mengaku melepaskan selendang dan juga anak yang digendong serta dibopongnya.

Ombak langsung datang menghantam mereka bertiga. Vivit tersadar bahwa kedua anaknya telah terlepas dan panik karena dirinya masih hidup.

Vivit sendiri sempat terombang-ambing di laut sebelum akhirnya terdampar kembali ke bibir pantai dalam kondisi lemas.

Setelah kejadian itu, ia mengaku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Saat ditemukan warga, kondisinya linglung dan tidak bisa memberikan keterangan jelas.

Meski sudah mendapatkan keterangan awal dari Vivit, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terkait motif dan kondisi psikologis ibu dua anak tersebut. 

Vivit belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Kami masih menunggu hasil lengkap dari otopsi yang dilakukan oleh Bidokes Polda Jateng dan hasil pemeriksaan lanjutan. Belum ada penetapan tersangka,” tegas Imam.

Ia menambahkan, penyidik akan melakukan asesmen psikologis terhadap Vivit untuk mengetahui kondisi mentalnya saat peristiwa terjadi.

Usai menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Batang, Vivit sempat diizinkan untuk melihat jenazah kedua anaknya yang sudah dibawa ke Desanya untuk terakhir kali. 

Jenazah Hafiza dan Hana langsung dimakamkan di Desa Kaliwareng usai diautopsi. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ibu #pantai sigandu #batang #anak