METROPEKALONGAN.COM, Batang - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang melakukan pencegahan agar eskalasi konflik antarormas dari Kabupaten Pemalang tidak merembet ke Kabupaten Batang.
Dengan melakukan pendekatan pentahelix yang melibatkan semua elemen masyarakat.
Perlu diketahui, langkah antisipatif tersebut dilakukan pasca terjadinya bentrokan antara Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) dengan Front Persaudaraan Islam (FPI) saat acara pengajian yang dihadiri Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Rabu malam 23 Juli 2025.
Insiden tersebut mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke daerah lain.
Sebanyak 23 perwakilan ormas di Kabupaten Batang pun diundang untuk mengantisipasi potensi konflik antarorganisasi masyarakat (ormas) di Cafe Penarak Ceko, Desa Cempoko Kuning, Selasa 5 Agustus 2025.
Kepala Kesbangpol Batang, Agung Wisnu Barata pun menekankan pentingnya mengikuti perkembangan situasi nasional untuk mengantisipasi dampaknya di tingkat daerah.
"Jadi kita akan mengikuti perkembangan. Sebab perkembangan di tingkat nasional akan berpengaruh pada tingkat daerah. Kalau di tingkat nasional ada kejadian, tingkat daerah harus melakukan antisipasi, jangan sampai terjadi di tingkat daerah," ujarnya.
Menurutnya, dalam penanganan potensi konflik, Pemkab Batang menerapkan pendekatan pentahelix.
“Kalau kami metodenya seperti itu, bukan tanggung jawab pemerintah atau Polres atau Kodim, tapi semua anak bangsa yang ada di Kabupaten Batang," jelasnya.
Pihaknya akan terus menyampaikan konsep kebangsaan Indonesia dan memantau perkembangan situasi baik di tingkat nasional maupun daerah secara berkelanjutan.
Menariknya, kedua ormas yang berseteru di Pemalang ternyata juga ada di Kabupaten Batang.
PWI LS telah terdaftar secara organisasi, sementara kelompok lainnya belum mendaftarkan diri secara formal namun tetap memiliki anggota dari mantan-mantan FPI.
"Ya, ada. Tapi secara organisasi yang ada di PWI LS nya, kalau yang satu yang nggak secara organisasi belum mendaftarkan, tapi tetap ada anggotanya karena mantan-mantan FPI," ungkapnya.
Kesbangpol Batang mencatat terdapat sekitar 197 ormas berbadan hukum yang terdata, sementara yang tidak terdata mencapai 97 organisasi.
Sebelumnya, Kapolres Batang juga telah mengundang kedua kelompok yang terlibat konflik di Pemalang untuk berkomitmen menjaga keamanan di Batang secara bersama-sama. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla