Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Awak Media di Batang-Pekalongan Tabur Bunga Kutuk Pembunuhan Jurnalis di Gaza

Riyan Fadli • Rabu, 13 Agustus 2025 | 00:01 WIB
TABUR BUNGA: Aksi tabur bunga para jurnalis di Jalan Veteran Kabupaten Batang.
TABUR BUNGA: Aksi tabur bunga para jurnalis di Jalan Veteran Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Para awak media di Kabupaten Batang dan Pekalongan menggelar aksi solidaritas atas dibunuhnya lima jurnalis Al Jazeera dalam serangan militer Israel di Kota Gaza, Palestina.

Aksi tabur bunga ini digelar di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Selasa 12 Agustus 2025.

Ketua JMSI Batang-Pekalongan, Ujie menjelaskan, aksi ini diikuti jajaran pengurus dan anggota JMSI. Mereka membawa spanduk berisi kecaman atas dibunuhnya jurnalis dalam agresi militer Israel.

Mereka meletakkan kartu pers di atas spanduk, menaburkan bunga serta mengenakan pita hitam sebagai bentuk duka cita.

Ujie menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Anas Al-Sharif, yang tewas di dekat Rumah Sakit Al-Shifa pada Minggu malam 10 Agustus 2025.

Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah jurnalis lain yang sedang meliput di lokasi.

“Kami menyampaikan penghormatan mendalam atas keberanian para jurnalis di Gaza yang mempertaruhkan nyawa demi mengabarkan kebenaran. Serangan Israel bukan hanya pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga pengabaian terhadap hukum humaniter internasional yang menjamin keselamatan jurnalis sipil,” ucapnya.

JMSI mencatat, sejak genosida Gaza dimulai Oktober 2023, sedikitnya 237 jurnalis telah tewas akibat serangan militer Israel.

Data ini mempertegas risiko tinggi yang dihadapi jurnalis di wilayah konflik, sekaligus menggambarkan ancaman serius terhadap kebebasan pers.

Dalam aksi tersebut, JMSI mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital RI, untuk mengambil langkah nyata dalam mendukung keselamatan jurnalis di medan konflik.

“Jangan sampai situasi seperti ini menimpa jurnalis kita di Indonesia,” tegas Ujie.

Ia menyerukan seluruh organisasi pers nasional untuk tidak tinggal diam. Mengambil peran aktif dalam menggalang petisi kemanusiaan dan solidaritas global guna menghentikan serangan terhadap jurnalis.

JMSI menilai, kolaborasi lintas negara sangat penting untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja media di wilayah rawan.

Selain mengecam pembunuhan terhadap jurnalis, JMSI juga mengutuk keras praktik kelaparan massal (forced starvation) yang diterapkan Israel terhadap warga Gaza, termasuk jurnalis.

Blokade total terhadap pangan, listrik, dan akses informasi dinilai memperburuk penderitaan warga sipil.

Berdasarkan data Kementerian Informasi Palestina per 18 Juli 2025, sedikitnya 228 jurnalis telah gugur sejak agresi terbaru dimulai, mayoritas saat sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

“Bayangkan, mereka melaporkan kejahatan kemanusiaan di tengah kehancuran total, namun kini juga harus berjuang untuk bertahan hidup. Ini adalah kejahatan terhadap jurnalisme itu sendiri,” ujar Ujie.

Menurut JMSI, tragedi yang menimpa jurnalis di Gaza adalah momentum moral untuk menyerukan kepedulian global terhadap kebebasan pers dan hak hidup pekerja media.

“Serangan ini bukan hanya menyerang individu, tetapi juga menyerang kebenaran itu sendiri,” kata Ujie.

JMSI mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan organisasi internasional untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel, agar mematuhi hukum humaniter internasional yang melindungi jurnalis dan warga sipil.

Pihaknya akan terus mengawal isu ini melalui pemberitaan, kampanye solidaritas, dan advokasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Selama pelanggaran ini masih terjadi, kami akan terus bersuara. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi. Jika itu runtuh di Gaza, maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia,” tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#al jazeera #Israel #Batang Agam #jurnalis