METROPEKALONGAN.COM, Batang - Sebanyak 22 pelajar dari Jeonju Girls High School Korea Selatan belajar kebudayaan di Kabupaten Batang.
Kunjungan tersebut merupakan realisasi dari program Global Exchange Class bertajuk EMS (East Meets South East). Salah satu agenda mereka adalah membawa misi pertukaran budaya.
Mereka mengunjungi SMAN 2 Batang dan belajar membatik di Galeri Batik Rifaiyah, Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang.
Sekretaris Desa Kalipucang Wetan, Bambang Edy Sudarmanto menjelaskan, pelajar Korea Selatan itu diajari bagaimana cara membatik ala Rifaiyah.
Mereka terlihat terampil dan penuh antusias dalam belajar.
"Belajar membatik dalam kain sarung tangan, sampai pewarnaan hasilnya diberikan kepada pelajar tersebut. Ini merupakan salah satu cara pengenalan batik Rifaiyah," ujarnya.
Sementara itu, pembatik Rifaiyah, Miftakhutin cukup kagum dengan semangat anak-anak Korea Selatan ini dalam membatik.
Tak butuh waktu lama, mereka langsung bisa menyesuaikan diri dan membatik dengan motif-motif batik Rifaiyah.
"Mereka langsung bisa dan hasilnya bagus. Enak ngajarinya, dikasih contoh langsung bisa," ucapnya.
Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Batang, Arie Laksmi Dewi menjelaskan, kunjungan para siswi dari Jeonju Girls High School merupakan realisasi dari kerja sama kemitraan yang terjalin sejak lama.
“Kunjungan mereka berlangsung selama dua hari, yang akan diisi dengan kunjungan ke kelas-kelas, termasuk mengenal budaya Jawa khususnya Batang. Mereka akan dikenalkan dan diberi kesempatan memainkan alat musik tradisional Gamelan, serta akan ditutup dengan diskusi seputar hari kemerdekaan,” ujarnya.
Para siswi Jeonju Girls High School disambut dengan pertunjukan tarian khas Batang, Babalu serta tarian K-Pop sebagai wujud penghargaan terhadap budaya masing-masing negara.
“Selain disambut dengan tari tradisional, kami juga sisipi tarian K-Pop, sebagai bukti pelajar SMA 2 juga menyelami budaya mereka,” jelasnya.
Arie Laksmi berpesan, setelah kunjungan siswi Jeonju Girls High School, menjadikan anak didik memiliki pola pikir yang lebih luas.
Dunia ini sangat luas sehingga pola pikirnya mendunia dengan tetap menjaga kepribadian sebagai bangsa Indonesia.
“Sebagai kunjungan balasan, rencananya tahun 2026 mendatang, 10 pelajar SMAN 2 Batang berkunjung ke Jeonju Girls High School. Undangannya Maret 2026, itu masih direncanakan karena harus ada perizinan dan akan diseleksi terlebih dahulu anak-anak yang berpotensi,” terangnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla