METROPEKALONGAN.COM, Batang - Siapa sangka, wayang-wayang yang terpajang di pameran ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Batang ini tidak terbuat dari kulit hewan.
Kusnan Riyanto, 77, dalang dan sang pembuat wayang menyebut kemiripan wayang mencapai 100 persen dari wayang kulit asli.
Warga Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang itu sudah menekuni kerajinan wayang kulit yang terbuat dari kardus sejak tahun 2008.
Betul, kardus. Kardus digunakan sebagai pengganti kulit hewan yang harganya mahal.
Namun demikian, proses pengerjaan wayang kardus ini sama seperti mengerjakan wayang dari kulit hewan.
"Namanya wayang Purwo bahan dari kardus," ujarnya mengajak ngobrol Jawa Pos Metro Pekalongan.
Terkait ilmu membuat kerajinan wayang, Kusnan mengaku belajar secara otodidak. Kardus dipilih karena lebih murah, mudah ditatah, dan digambar.
Namun, pewarnaannya membutuhkan treatment berbeda. Prosesnya menggunakan cat minyak yang di oleskan perlahan ke kardus.
Satu warna cat harus diselesaikan hingga benar-benar kering sebelum mengoleskan cat warna lain. Hal ini karena cat minyak mudah mengotori bagian lainnya saat belum kering.
Menurutnya, proses pembuatan wayang kardus jauh lebih mudah ketimbang wayang kulit hewan. Karena kulit hewan harus dikerok, ditempa dahulu agar padat sebelum ditatah.
Sedangkan wayang kardus proses paling sulit saat menatah, sementara proses paling lama di pewarnaannya. Bahkan untuk pewarnaan, cepat dan lamanya waktu tergantung cuaca.
"Kalau cuaca cerah, panas, 2 hari sudah bisa jadi wayangnya. Ini saya buatnya 2 hari. Tapi kalau mendung bisa sampai 1 minggu," ujarnya sembari menunjukkan wayang yang baru selesai dibuat.
Kusnan pun menunjukkan salah satu wayang kardus yang usianya sudah 17 tahun. Kondisinya benar-benar masih kokoh, tak jauh berbeda dengan wayang-wayang lain yang baru dibuatnya.
Sebagai dalang, Kusnan juga kerap menggunakan wayang tua itu untuk manggung di mana-mana. Karena bahan baku yang murah, wayang kardus ini bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.
Jika wayang kulit hewan paling murah dibandrol Rp 3 jutaan, wayang kardus dihargai mulai Rp 50 ribu sampai Rp 700 ribu. Harganya menyesuaikan ukuran, detail, dan kerumitan tokoh wayang yang dibuat.
"Sebenarnya saya mulai membuat wayang kardus ini dari kecil. Namun berhenti karena kesibukan kedinasan sebagai guru di SD. Kemudian saya geluti lagi setelah pensiun, terakhir tugas kedinasan saya sebagai pengawas sekolah di Kecamatan Tulis," terangnya.
Terkait dengan pemasaran, Kusnan hanya memasarkannya saat ada pameran. Ia tidak bisa menggunakan media sosial untuk pemasaran.
Walau demikian, tetap banyak orang yang datang ke rumah untuk memesan wayang Purwo dari kardus itu.
"Insyaallah saya hafal seluruh tokoh wayang, tidak perlu melihat contoh," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla