METROPEKALONGAN.COM, Batang - Demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Batang yang diikuti ratusan orang diwarnai kericuhan hingga tembakan gas air mata, Sabtu 30 Agustus 2025 sore.
Semula, aksi berjalan damai dan kondusif. Bahkan, Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi sempat menemui massa yang berunjuk rasa.
Demo ini awalnya digelar di depan komplek kantor bupati Batang. Mereka yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Sipil Batang (JMSB) menyuarakan aspirasi di hadapan Bupati Batang.
Aksi diakhiri dengan penyiraman dan tabur bunga pada para aparatur yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Bupati dengan tegas menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Bagi kami, kritik adalah bagian dari masukan kepada pemerintah. Insyaallah akan kami tangkap dengan baik, dan akan kami berikan proposal bagaimana cara menyelesaikannya,” jelasnya.
Menurutnya, banyak aspirasi yang disampaikan, mulai dari isu ketenagakerjaan, pendidikan, hingga akses kesejahteraan.
Ia menegaskan, tidak semua permasalahan bisa selesai dalam waktu singkat, namun pemerintah akan berkomitmen memberikan solusi secara bertahap.
“Banyak aspirasi yang disampaikan, ada yang mungkin bisa diselesaikan dalam 5 tahun, ada yang mungkin butuh waktu 10 tahun, 15 tahun, bahkan 40 tahun. Tetapi bagi kami, momentum ini penting, dan kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik,” terangnya.
Massa kemudian melakukan konvoi menuju Gedung DPRD Kabupaten Batang untuk menyuarakan aspirasi.
Di sana mereka juga ditemui oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi bersama anggota dewan lainnya.
Usai menyuarakan tuntutan, demonstrasi diwarnai kericuhan. Massa mencoba merangsek masuk ke halaman Gedung DPRD Kabupaten Batang.
Gerbang berhasil dirobohkan, lemparan batu puntak terhindarkan. Beberapa kaca Gedung DPRD pecah terkena lemparan.
Aparat kepolisian pun langsung mengambil tindakan sebelum massa merangsek masuk. Pendemo yang rusuh dipukul mundur dengan tembakan gas air mata. Sebanyak 29 remaja pun diamankan dala kerusuhan tersebut.
Perwakilan peserta demonstrasi juga diberi kesempatan untuk melakukan audiensi dengan Pimpinan DPRD Batang untuk menyampaikan tuntutan mereka pada malam harinya. Ketua DPRD, Suudi, menyebut ada enam tuntutan penting yang disampaikan para pendemo.
"Kami dari DPRD Kabupaten Batang telah menerima audiensi dari aliansi masyarakat sipil Kabupaten Batang di dalamnya ada beberapa tuntutan," ucapnya.
Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi suara rakyat Batang:
Poin-poin tuntutan itu adalah untuk melakukan evaluasi kinerja DPR RI, yaitu untuk mendesak agar kinerja DPR RI dievaluasi secara total karena dianggap gagal mewakili suara rakyat dan lebih mementingkan kelompok tertentu.
Kemudian, menuntut agar pelaku kekerasan yang menyebabkan korban jiwa dalam aksi unjuk rasa, baik pada 28 Agustus 2025 maupun aksi-aksi sebelumnya, diproses hukum secara adil dan transparan.
Lalu, mendesak Presiden dan Kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab penuh atas para korban aksi dan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap rakyat.
Mereka juga menuntut pembebasan tanpa syarat bagi seluruh demonstran yang ditangkap, karena mereka dinilai hanya menjalankan hak konstitusionalnya untuk berpendapat dan berkumpul.
"Tuntutan telah tercatat oleh kami, dan yang berkaitan dengan kebijakan di Kabupaten Batang ini, kami dengan aliansi masyarakat sipil nantinya paling tidak dua bulan setelah kegiatan ini kami akan mengundang temen-temen untuk bisa memberikan masukan bagaimana Batang ke depan," imbuhnya.
Sementara tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan daerah adalah mendesak Pemerintah Kabupaten Batang dan dinas terkait untuk segera mengatasi keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan lampu jalan yang membahayakan warga.
Kemudian, mendesak Pemkab Batang dan DPRD untuk segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Beasiswa Perguruan Tinggi, sebagai bentuk dukungan nyata bagi generasi muda Batang dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Suudi menambahkan, ia mengapresiasi pihak Polres Batang dan Kodim 0736 Batang yang telah menjaga aksi unjuk rasa tetap aman dan kondusif.
Langkah ini menunjukkan bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan, meski terkadang harus diawali dengan gejolak. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla