METROPEKALONGAN.COM, Batang - Sejumlah anggota TNI dan Damkar disiagakan di lingkungan Pemda Batang.
Meski kondisi di Kabupaten Batang kondusif, kewaspadaan tetap terjaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak warga, namun harus disampaikan dengan cara yang santun dan sesuai aturan.
“Alhamdulillah sampai semalam kami terus memantau, semua kondusif. Potensi-potensi itu mungkin masih ada, aparat kepolisian, TNI, dan Pemda Insyaallah siap dalam kondisi apapun,” ujar Bupati Faiz saat, Senin 1 Agustus 2025.
Ia menekankan bahwa masyarakat sangat diperbolehkan berpikir kritis dan menyampaikan aspirasi, baik secara lisan maupun tulisan.
Namun, ia mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi.
Terutama kepada para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak mereka.
"Pemerintah baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif sangat membutuhkan masukan dari masyarakat. Prinsipnya, kita semua diperbolehkan menyampaikan kritik tapi caranya harus baik, sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.
Langkah konkret juga dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, terkait pelajar yang disinyalir ikut demo.
Kepala Disdikbud Bambang Suryantoro menyebut pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa, terutama saat jam pulang sekolah.
“Kami minta kepala sekolah memastikan anak didiknya pulang tepat waktu dan sampai di rumah. Bahkan kami imbau orang tua untuk menjemput atau setidaknya mengabari sekolah bahwa anak sudah sampai rumah,” tandasnya.(yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla