Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

DPRD Batang Umumkan Pergantian Keanggotaan Alat Kelengkapan

Riyan Fadli • Kamis, 18 September 2025 | 02:15 WIB
Paripurna: Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Rabu 17 September 2025.
Paripurna: Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Rabu 17 September 2025.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - DPRD Kabupaten Batang mengumumkan pergantian keanggotaan pada alat kelengkapan DPRD. Pergantian kali ini dari Fraksi PKB.

Adalah Maulana Yusup yang semula anggota Komisi IV menjadi anggota Komisi II dan yang semula anggota badan anggaran digantikan Daryoso.

I’anatul Fikria semula sekretaris Komisi III menjadi anggota Komisi IV dan yang semula anggota badan musyawarah digantikan Kukuh Fajar Rhomadhon. Akhmad Mubarok semula anggota Komisi IV menjadi anggota Komisi III.

Terkait agenda rapat paripurna tentang tanggapan fraksi-fraksi, Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono menyampaikan berbagai jawaban.

Menanggapi pemandangan umum dari Fraksi PKB berkaitan dengan optimalisasi PAD, Pemkab Batang akan terus berupaya secara maksimal agar dapat meningkatkan PAD dari berbagai sektor.

Dengan demikian, dapat meningkatkan kemandirian serta mengurangi ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat.

"Hal ini juga menjawab pemandangan umum dari Fraksi Depan Gelora dan Fraksi PKS serta terima kasih atas apresiasi yang diberikan terhadap kenaikan pendapatan," ucapnya.

Menanggapi pemandangan umum dari Fraksi PKS dan Fraksi Depan Gelora, dalam penyusunan RAPBD, Pemkab akan berupaya belanja daerah bisa lebih proporsional.

Yaitu antara belanja untuk birokrasi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial serta penguatan terhadap sektor riil di masyarakat baik petani, nelayan maupun UMKM serta masyarakat yang tidak mampu.

Selanjutnya menanggapi pemandangan umum dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, dalam kenaikan PAD tahun 2026 tidak ada kebijakan kenaikan tarif.

Sementara, strategi dalam peningkatan pendapatan daerah, di antaranya intensifikasi dan ekstensifikasi dengan melakukan inovasi-inovasi dalam pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah. 

"Sedangkan untuk optimalisasi BUMD dilakukan dengan cara meninjau ulang kinerja BUMD, diversifikasi usaha, kemitraan strategis, dan menghidupkan kembali aset daerah yang tidak terpakai," terangnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pergantian #dprd #batang #Fraksi