Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Momen Hari Batik, 16 Motif Batik Rifaiyah Batang Terselamatkan dan 8 Sudah Punah

Riyan Fadli • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:33 WIB
BATIK: Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama istrinya meninjau batik khas Batang.
BATIK: Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama istrinya meninjau batik khas Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabar mengkhawatirkan datang dari dunia wastra lokal. Sebanyak delapan dari 24 motif asli Batik Rifaiyah khas Kabupaten Batang telah lenyap ditelan zaman.

Berpacu dengan waktu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang kini menggalakkan upaya penyelamatan melalui dokumentasi besar-besaran, yang momentumnya bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Kamis 2 Oktober 2025. 

Ketua Dekranasda Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar seremonial. Acara pengukuhan pengurus baru sengaja digelar bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional untuk menancapkan kembali akar budaya dan memberi apresiasi nyata kepada para perajin.

"Dekrnasda ditetapkan sejak bulan Juni tapi baru kita kukuhkan sekarang itu karena saya tidak mau menghabiskan uang hanya untuk seremonial pengukuhan saja," ujar Faelasufa. 

Ancaman kepunahan Batik Rifaiyah menjadi sorotan utama. Menurut Faelasufa, faktor ekonomi menjadi penyebab utama mengapa kerajinan ini kurang diminati generasi penerus. Akibatnya, banyak motif yang hilang begitu saja saat sang empu pembatik wafat.

Faelasufa menjabarkan, dari 24 motif asli yang pernah ada, kini hanya tersisa 16. Penyebabnya tunggal, tidak ada yang bersedia meneruskan.

"Karena alasan ekonomi tidak menarik ini, membatik tidak ada yang mau nerusin dan ketika pembatiknya meninggal, motifnya hilang," tegasnya.

Upaya lain yang dilakukan Dekranasda adalah menggelar lomba desain dan mewarnai batik. Selama dua minggu, terkumpul 231 karya dari pelajar SD hingga SMA/sederajat, sebuah bukti nyata potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak Batang. 

Faelasufa, yang juga Bunda PAUD, memandang lomba ini sebagai strategi psikologis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sejalan dengan fokus utama pembangunan Bupati. Ia merujuk pada teori psikolog terkenal, Albert Bandura, tentang Self-Efficacy atau kepercayaan diri.

"Dua Diantara empat faktor tersebut yang pertama itu adalah namanya mastery experience. Anak ini kalau sering diikutkan lomba, dia itu jadi bisa menilai dirinya, Oh ternyata kemarin aku berhasil ikut lomba, dia itu jadi merasa, Oh aku iso (bisa)," kata Faelasufa.

Sementara itu, Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menekankan bahwa seni dan kerajinan adalah pilar utama dalam membangun Batang sebagai kota jasa yang kuat dan berbudaya.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK), budaya harus menjadi pondasi agar pembangunan tidak menggerus identitas.

"Batang ini harus dikembangkan sebagai Kota jasa yang tumbuh di atas nilai-nilai budaya yang sangat kuat," ujar Bupati Faiz.

Ia menjelaskan bahwa kunci menjadi daerah destinasi adalah mengubah Batang dari sekadar tempat transit menjadi destinasi tujuan. 

"Kita berharap transit yang semula hanya satu jam dua jam bergeser menjadi satu hari dua hari untuk sektor tourism-nya. Inilah yang kemudian nanti akan mendukung batang menjadi daerah destinasi," terangnya.

Faiz Kurniawan melihat seni kerajinan termasuk Batik Rifaiyah dan batik warna alam sebagai tonggak kultural yang akan terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Hadirnya batik Rifaiyah, hadirnya batik warna alam, hadirnya kerajinan-kerajinan lainya dan seni di Kabupaten Batang ini yang harus terus kita tingkatkan sebagai tonggak kultural yang mendasar," tutupnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pihak swasta, dan masyarakat adalah kunci untuk membawa pengrajin Batang ke kancah nasional dan internasional. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#punah #batik #hari batik #Batik Rifaiyah #batang