METROPEKALONGAN.COM, Batang – Nasib Persibat Batang untuk tampil di Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026 masih belum jelas.
Hingga kini, kepengurusan manajemen tim berjuluk Laskar Alas Roban itu vakum setelah mengikuti kompetisi sebelumnya. Manajer telah mengundurkan diri dari jabatan sementara ketua Persibat tidak aktif.
Ketua Askab PSSI Batang periode 2025–2029, Juki pun mendesak agar Persibat segera membentuk kepengurusan baru.
“Program dari Askab ya tentu harus mengikuti kompetisi. Cuma saat ini kepengurusan manajemen Persibat masih vakum. Kalau mau ikut, harus dibentuk pengurus baru dulu menggantikan yang lama,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Batang, Kamis 2 Oktober 2025.
Juki menjelaskan, kepengurusan lama yang dipimpin dr Mochamat Ali Balkhi sebagai Ketua Persibat dan Panggah sebagai manajer praktis sudah tidak berjalan. Karenanya perlu segera dibentuk kepengurusan baru untuk mengarungi Liga 4 Jateng 2025/2026. Termasuk menunjukkan manajer.
“Yang sebenarnya ditujukan ke Ketua Persibat, tapi imbasnya manajer yang disuruh mundur. Sampai sekarang surat resmi pemberhentian juga belum ada. Jadi kondisinya masih menggantung,” terangnya.
Meski begitu, kepastian Liga 4 Jateng masih menunggu arahan dari PSSI. Pihaknya juga belum mengetahui terkait kompetesi mendatang.
“Sistem kompetisi kan belum tentu sama seperti tahun lalu. Contohnya Porprov saja, aturan usianya berbeda. Jadi, masih menunggu petunjuk resmi dari PSSI,” kata Juki polisi Partai Amat Nasional (PAN).
Ia juga memaklumi desakan suporter agar Persibat segera bersiap. Namun, menurutnya, manajemen harus bisa memberi edukasi dan informasi yang jelas kepada pendukung agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kita maklum juga. Tapi mestinya manajemen memberikan informasi ke suporter supaya paham bahwa belum ada kepastian dari PSSI,” imbuhnya.
Terkait pendanaan, Juki menyebut Persibat masih bisa mendapatkan kucuran dana dari APBD melalui KONI. Tahun kompitisi 2024- 2025, Persibat menerima sekitar Rp250 juta.
Untuk kompetisi 2026 - 2027, usulan kembali diajukan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) belum ada kepastian anggaran.
“Secara regulasi, diperbolehkan karena Persibat masih berkompetisi di liga amatir. Hanya saja, anggaran pemerintah memang turun semua. Jadi, butuh dukungan lain, baik dari sponsor maupun pengusaha,” jelasnya.
Ia menegaskan, biaya mengelola sebuah klub tidaklah kecil. Selama ini, Persibat banyak terbantu oleh penonton dan suporter yang membeli tiket, serta sponsor lokal.
“Makanya kami berharap Pemkab Batang bisa tetap mengalokasikan dana. Tapi tentu keputusan ada di kebijakan bupati,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla