METROPEKALONGAN.COM, Batang - Praktisi kedokteran dan anggota IDI Kabupaten Batang, dr Lafran Panca Putranto, angkat bicara terkait kasus dugaan malpraktek di RSUD Batang.
Terkait selang tertinggal, ia menjelaskan bahwa dalam prosedur medis, selang (DJ Stent) tidak ketinggalan, tetapi memang ditinggal untuk beberapa waktu. Hal ini dilakukan untuk mencegah perlengketan pada saluran kemih pasca operasi pengangkatan batu.
"Setiap operasi pengangkatan batu saluran kemih, setelah batu berhasil diangkat, pasti selalu dipasang DJ Stent/selang pada saluran kemih. Ini untuk mencegah perlengketan/kebuntuan saluran kemih," jelasnya.
Sementara lama pemasangan selang tergantung dari dokter operator yang bisa memperkirakan lama cepatnya selang diangkat.
"Lama pemasangan DJ Stent pasca operasi tergantung dari dokter operator yang bisa memperkirakan dengan mempertimbangkan berat ringannya luka pada saluran kemih pasca pengangkatan batu ginjal," imbuhnya.
Terkait vonis HIV, pemeriksaan tersebut merupakan persiapan rutin yang dilakukan sebelum operasi. Sehingga muncul diagnosa HIV tersebut.
"Setiap pasien yang akan dilakukan operasi, salah satu persiapannya adalah melakukan pemeriksaan laboratorium (salah satunya adalah HIV, Red.)," tambahnya.
Sementara itu, dr. Choirul, spesialis Urologi yang melakukan pengambilan selang/DJ Stent, menuturkan bahwa tdak ada masalah pada tindakan operasi pengambilan batu ginjal.
Tidak ada infeksi pada saluran kemih. Hingga tidak ada kelainan/kecacatan tetap akibat dari operasi pengangkatan batu saluran kemih.
Kontroversi vonis HIV juga dijelaskan dari sisi teknis pemeriksaan. Pemeriksaan HIV memiliki metode Antigen dan Antibodi.
Dr. Lafran menjelaskan bahwa penderita HIV yang minum obat secara rutin dari awal, bisa menekan virus sehingga antibodi dalam tubuh bisa tidak terdeteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan metode immunochromatografi atau metode pemeriksaan yang dipakai Laboratorium Cito.
Namun, terlepas dari klarifikasi medis, pengalaman Mistono yang harus menanggung derita ganda merasa sakit karena benda asing dan menjalani pengobatan HIV selama tujuh bulan menjadi sorotan. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla